Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Mekanisme Koping Mahasiswa Keperawatan Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Pada Masa Pandemi Covid-19 Atika Putri Tamiya; Sri Wahyuni; Yesi Hasneli
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v7i1.725

Abstract

Tugas akhir yang dikerjakan oleh mahasiswa tingkat akhir pada masa pandemi covid-19 menjadi sumber stres tersendiri bagi mahasiswa yang mengerjakannya. Mekanisme koping adalah suatu cara untuk mengatasi stres yang sedang dihadapi. Mekanisme koping terbagi atas adaptif dan maladaptif serta memiliki dua strategi yaitu problem focused dan emotion focused. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui mekanisme koping mahasiswa keperawatan dalam proses menyelesaikan tugas akhir pada masa pandemi covid-19. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas Riau dengan jumlah sampel 169 responden menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Brieft Cope dengan analisa data yang digunakan adalah uji univariat. Hasil penelitian diperoleh 99,4% responden menggunakan mekanisme koping adaptif dengan strategi problem focused coping dominan adalah active coping (6,76) dan strategi emotion focused coping dominan adalah religion (7,51). Peneliti menyimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan mekanisme koping adaptif dengan strategi dominan yaitu active coping dan religion. Gambaran mekanisme koping pada mahasiswa penting untuk diketahui sebagai pengetahuan dan menjadi masukan bagi peneliti berikutnya untuk menciptakan intervensi guna mempertahankan atau meningkatkan mekanisme koping mahasiswa.
Hubungan Tingkat Spiritual Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus di Masa Pandemi Covid-19 Sukma Handayani; Yesi Hasneli; Yufitriana Amir
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v5i2.1820

Abstract

Diabetes Mellitus sufferers have endurance and weak bodies thus vulnerable to infection with Covid-19. Diabetes Mellitus has an impact on physical and psychological which causes a decrease in quality of life. Good quality of life is an optimal functional condition in terms of physical, psychological, environmental, social, and spiritual aspects. One of the important contributors to health-related quality of life for people with Diabetes Mellitus to maintain their quality of life is spirituality. Spirituality can improve the health of people with Diabetes Mellitus in the face of the Covid-19 pandemic. Objective: This study was to determine the relationship between people's spiritual level and quality of life in diabetes Mellitus during the Covid-19 pandemic. This study used a descriptive correlation method and a cross-sectional. The sample used as many as 121 people with a total sampling technique. The measuring instrument used is the WHOQOL-BREF and DSES questionnaires which have been tested for validity and reliability Test calculation Chi-Square shows that there is a significant relationship between spiritual level and quality of life for people with Diabetes Mellitus during the Covid-19 pandemic p-value =0.000 (p< 0.05).The research concluded that the people’s spiritual level and quality of life with diabetes mellitus are high, and there is a relationship between the people’s spiritual level and quality of life with diabetes mellitus during the Covid-19 pandemic. Suggestion: As input for further researchers to be able to investigate further the factors that affect the spiritual level of people with Diabetes MellitusAbtsrakPenderita Diabetes Melitus memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga rentan terkena infeksi Covid-19. Diabetes Melitus menimbulkan dampak pada fisik dan psikologis yang menyebabkan penurunan kualitashidup. Kualitas hidup yang baik adalah kondisi fungsional yang optimal dari segi fisik, psikologis, lingkungan, sosialserta spiritual. Salah satu kontributor penting health-related quality of life bagi penderita Diabetes Melitus untuk mempertahankan kualitas hidup adalah spiritualitas. Spiritualitas dapat meningkatkan kesehatan penderita Diabetes Melitus dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 121 orang dengan teknik pengambilan total sampling.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF dan DSESyang telah di lakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil perhitungan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan bermakna antara tingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19p-value=0,000 (p<0.05).Kesimpulan penelitian didapatkan bahwa tingkat spiritual dan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus tinggi, serta ada hubungantingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19 Sebagai masukan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat spiritual pada penderita Diabetes Melitus.
Efektivitas Terapi Murottal Al-Ma’tsurat Pagi terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa dalam Menghadapi Ujian Praktikum Ivo Supratih; Yesi Hasneli; Rismadefi Woferst
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 2 (2023): Mei 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i2.1443

Abstract

Mahasiswa merupakan individu yang rentan mengalami kecemasan. Salah satu faktor penyebab kecemasan pada mahasiswa adalah saat menghadapi ujian praktikum. Terapi murrotal Al-ma’tsurat merupakan salah satu terapi nonfarmakologi yang efektif menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi murrotal Al-ma’tsurat terhadap penurunan tingkat kecemasan mahasiswa sebelum menghadapi ujian praktikum di Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 34 orang yang terbagi menjadi 17 orang kelompok eksperimen dan 17 orang kelompok kontrol yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik Probability Sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah Zung Self-Rating Scale (ZSAS) untuk mengukur tingkat kecemasan dengan skor 20-80. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Wilcoxon Test, Dependent T Test dan Uji Independent Sample T Test. Rata-rata tingkat kecemasan mahasiswa setelah diberikan intervensi adalah 37,41 dan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi adalah 46,24. Hasil Uji Independent T Test diperoleh nilai p value (0,000) atau < α (0,05). Terapi murrotal Al-ma’tsurat efektif menurunkan tingkat kecemasan pada mahasiswa sebelum menghadapi ujian praktikum.
Hubungan Tingkat Spiritual Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus di Masa Pandemi Covid-19 Sukma Handayani; Yesi Hasneli; Yufitriana Amir
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v5i2.1820

Abstract

Diabetes Mellitus sufferers have endurance and weak bodies thus vulnerable to infection with Covid-19. Diabetes Mellitus has an impact on physical and psychological which causes a decrease in quality of life. Good quality of life is an optimal functional condition in terms of physical, psychological, environmental, social, and spiritual aspects. One of the important contributors to health-related quality of life for people with Diabetes Mellitus to maintain their quality of life is spirituality. Spirituality can improve the health of people with Diabetes Mellitus in the face of the Covid-19 pandemic. Objective: This study was to determine the relationship between people's spiritual level and quality of life in diabetes Mellitus during the Covid-19 pandemic. This study used a descriptive correlation method and a cross-sectional. The sample used as many as 121 people with a total sampling technique. The measuring instrument used is the WHOQOL-BREF and DSES questionnaires which have been tested for validity and reliability Test calculation Chi-Square shows that there is a significant relationship between spiritual level and quality of life for people with Diabetes Mellitus during the Covid-19 pandemic p-value =0.000 (p< 0.05).The research concluded that the people’s spiritual level and quality of life with diabetes mellitus are high, and there is a relationship between the people’s spiritual level and quality of life with diabetes mellitus during the Covid-19 pandemic. Suggestion: As input for further researchers to be able to investigate further the factors that affect the spiritual level of people with Diabetes MellitusAbtsrakPenderita Diabetes Melitus memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga rentan terkena infeksi Covid-19. Diabetes Melitus menimbulkan dampak pada fisik dan psikologis yang menyebabkan penurunan kualitashidup. Kualitas hidup yang baik adalah kondisi fungsional yang optimal dari segi fisik, psikologis, lingkungan, sosialserta spiritual. Salah satu kontributor penting health-related quality of life bagi penderita Diabetes Melitus untuk mempertahankan kualitas hidup adalah spiritualitas. Spiritualitas dapat meningkatkan kesehatan penderita Diabetes Melitus dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 121 orang dengan teknik pengambilan total sampling.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF dan DSESyang telah di lakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil perhitungan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan bermakna antara tingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19p-value=0,000 (p<0.05).Kesimpulan penelitian didapatkan bahwa tingkat spiritual dan kualitas hidup penderita Diabetes Melitus tinggi, serta ada hubungantingkat spiritual terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus di masa pandemi Covid-19 Sebagai masukan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat spiritual pada penderita Diabetes Melitus.
Spiritual Level Relationship with Resilience in Diabetes Mellitus Patients Danu Mangippu Pasaribu; Yesi Hasneli; Hellena Deli
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.912

Abstract

Introduction: Patients with Diabetes Mellitus (DM) often experience psychological problems that affect the daily management of DM. Spirituality provides the ability to do positive coping so that someone becomes resilient. Purpose: This study aims to determine the relationship between spiritual level and resilience in Diabetes Mellitus patients. Methods: Quantitative research design and cross sectional approach. The research sample was 100 respondents selected based on inclusion criteria using a purposive sampling technique. Measuring tools used are DSES and CD-RISC-25 questionnaires. The analysis used was univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with an α value of 0.05. Results: Statistical test using the Chi-Square test obtained p-value (0.004) α (0.05). Conclusion: There is a relationship between spiritual level and resilience in Diabetes Mellitus patients (p-value 0.004). DM sufferers are expected to be able to develop their adaptive abilities to overcome their illness by having a good spiritual approach to God as the main source of strength, building good intrapersonal and interpersonal relationships as the main coping in overcoming negative feelings due to their illness.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hambatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dalam Menjalani Diet Wulan Dari; Yesi Hasneli; Sri Wahyuni
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 2 (2022): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia. Salah satu cara mengontrol terjadinya hiperglikemia yaitu dengan diet. Seringkali diet menjadi tantangan terbesar penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 74 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner untuk variabel pengetahuan, situasi, dukungan keluarga dan hambatan diet. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji chi-square pada penelitian didapatkan variabel pengetahuan dengan hambatan diet didapatkan hasil p value 0,0015 < α (0,05), variabel situasi dengan hambatan diet didapatkan hasil p value 0,003 < α (0,05), dan variabel dukungan dengan hambatan diet didapatkan hasil p value (onetail) 0,002 < α (0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat hambatan yang lebih tinggi pada pasien dengan tingkat pengetahuan yang kurang, situasi yang tidak mendukung dan dukungan keluarga yang rendah. Saran: Disarankan kepada penderita diabetes mellitus dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan mengenai diet dan memberikan dukungan pada penderita diabetes mellitus selama menjalani diet.
Relationship Between Bedroom Air Temperature and Blood Sugar Levels in Diabetes Mellitus Sufferers Muhammad Rayhan Maulana Muslim; Yesi Hasneli; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1812

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus is a chronic disease that occurs when the body cannot use insulin produced by the pancreas effectively. Diabetics suffer from complications in regulating the body's thermoregulation. The aim of this study was to determine the relationship between bedroom air temperature and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers. Method: Quantitative research with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 95 respondents taken based on inclusion and exclusion criteria using simple random sampling techniques. The instruments used are thermohygrometer and glucometer. The analysis used was the chi-square test analysis. Results: Univariate analysis found that air temperature had a normal value of 30 oC, in bedroom air temperature there were 78 respondents categorized as abnormal (mean = 31.56 oC), blood sugar levels had a normal value of 200 mg/dL, 63 respondents were found to have high blood sugar levels (mean = 227.39 mg/dL). The air temperature in an abnormal bedroom has a 6,960 times greater risk of causing high sugar levels compared to the air temperature in a normal bedroom. The results of statistical tests show that there is a significant relationship between bedroom air temperature and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers. In this study, p-value (0.000) α (0.05) was obtained. Conclusion: The higher the bedroom air temperature ( 30 oC), the higher the blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers.
Hubungan Kebiasaan Mengonsumsi Junk Food Dengan Kadar Gula Darah Pada Usia Dewasa Di Kota Pekanbaru Fitri Mustikowati; Yesi Hasneli; Rismadefi Woferst
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.515

Abstract

Latar Belakang: Junk food merupakan makanan cepat saji yang semakin banyak dikonsumsi oleh kelompok usia dewasa seiring dengan gaya hidup praktis dan kemudahan akses makanan. Konsumsi junk food yang berlebihan berpotensi meningkatkan kadar gula darah dan menjadi faktor risiko terjadinya hiperglikemia serta diabetes melitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengonsumsi junk food dengan kadar gula darah pada usia dewasa di Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 97 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai kebiasaan konsumsi junk food serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 18–30 tahun (66,0%), berjenis kelamin perempuan (54,6%), memiliki tingkat pendidikan sedang (54,6%), dan bekerja sebagai karyawan swasta (51,5%). Berdasarkan kebiasaan konsumsi junk food, sebanyak 48,5% responden termasuk kategori sering mengonsumsi junk food dan 51,5% jarang mengonsumsi junk food. Berdasarkan kadar gula darah, sebanyak 50,5% responden memiliki kadar gula darah normal, 32,0% memiliki kadar gula darah tinggi, dan 17,5% memiliki kadar gula darah rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,029 (< 0,05) yang menandakan terdapat hubungan antara kebiasaan mengonsumsi junk food dengan kadar gula darah pada usia dewasa di Kota Pekanbaru. Kesimpulan: Kebiasaan mengonsumsi junk food berhubungan secara signifikan dengan kadar gula darah pada usia dewasa. Namun demikian, kadar gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi junk food, melainkan juga oleh faktor lain seperti aktivitas fisik dan riwayat keluarga.
Hubungan Lama Hemodialisis dan Dukungan Keluarga Terhadap Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis Naomi Feronika; Bayhakki Bayhakki; Yesi Hasneli
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.16312

Abstract

ABSTRACT It is very necessary to limit fluid intake in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis, this aims to prevent the risk of excess fluid between hemodialysis sessions (Interdialytic Weight Gain/IDWG).  There are several factors associated with long IDWG, namely undergoing hemodialysis and family support. This study aims to identify the relationship between duration of hemodialysis and family support on Interdialytic Weight Gain (IDWG) of Chronic Kidney Failure patients in the Hemodialysis Unit. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The population is kidney failure patients. The sample consisted of 96 respondents using an accidental sampling technique. The measuring instrument used is a questionnaire. The analysis used is bivariate analysis using the chi square test. The research results were obtained from 96 respondents, most of whom had long HD 1 year, 59.4%, 58.3% of respondents who had high family support and 41.7% of respondents who had mild IDWG. The statistical test results for the hemodialysis duration variable obtained p value = 0.009 α 0.05, while the family support variable obtained p value = 0.002 α 0.05, so it can be concluded that there is a relationship between hemodialysis duration and family support for IDWG in failed patients. chronic kidney disease in the Hemodialysis Unit. It is estimated that health workers can provide information to respondents and families, namely by providing health education and socializing the prevention program for increasing IDWG. Keywords: Duration of Hemodialysis, Family Support and IDWG  ABSTRAK Pendahuluan: Pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sangat perlu dilakukan hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resiko kelebihan cairan antar sesi hemodialisis (Interdialytic Weight Gain/IDWG).  Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan IDWG yaitu lama menjalani hemodialisis dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan lama hemodialisis dan dukungan keluarga terhadap Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan Unit Hemodialisis RSUD Arifin Achmad. Populasi adalah pasien gagal ginjal. Sampel berjumlah 96 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: hasil penelitian didapat dari 96 responden mayoritas memiliki lama HD 1 tahun sebanyak 59,4%, responden yang memiliki dukungan keluarga tinggi sebanyak 58,3% dan responden yang memiliki IDWG ringan sebanyak 41,7%. Hasil uji statistik untuk variabel lama hemodialisis didapat p value = 0,009  0,05, sedangkan variabel dukungan keluarga diperoleh nilai p value = 0,002  0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama hemodialisis  dan dukungan keluarga terhadap IDWG pada pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis. Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan informasi kepada responden dan keluarga yaitu dengan cara melakukan pendidikan kesehatan dan mensosialisasikan program pencegahan peningkatan IDWG. Kata Kunci: Lama Hemodialisis, Dukungan Keluarga dan IDWG