p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Heny Nurmayunita
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Family Support And Anxiety Levels In ACS (Acute Coronary Syndrome) Patients At Lavalette Hospital Malang Yulinda Citra Noviana; Bayu Budi Laksono; Heny Nurmayunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.543

Abstract

Acute Coronary Syndrome (ACS) is a cardiovascular emergency condition that can have physical and psychological impacts, one of which is anxiety. High levels of anxiety in ACS patients can affect the healing process and the patient's quality of life. Family support is seen as one of the important factors that play a role in helping patients overcome anxiety during treatment. This study aims to determine the relationship between family support and anxiety levels in ACS patients at Lavalette Hospital Malang. This study uses an analytical descriptive research design with a cross sectional approach. The study sample was ACS patients treated at Lavalette Hospital Malang with a total of 39 respondents, which were taken using purposive sampling techniques. The research instruments used were family support questionnaires which included emotional, rewarding, instrumental, and informational support, as well as the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire to measure anxiety levels. The results showed that most of the respondents had family support in the high category, namely as many as 20 respondents (51%). Meanwhile, the level of anxiety of respondents showed that almost half did not experience anxiety as many as 17 respondents (44%), a small number experienced moderate anxiety as many as 8 respondents (21%), and some others experienced severe anxiety as many as 14 respondents (36%). It was found that there was a relationship between family support and anxiety levels (p=0.p. 2).Family support has an important role in lowering anxiety levels in ACS patients. Therefore, family involvement in nursing care needs to be increased as part of a holistic care approach to support optimal patient recovery.
Hubungan Picky Eater Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Posyandu Apel 2 Puskesmas Rampal Celaket Hatifa Nia Yusinta; Heny Nurmayunita; Shinta Wahyusari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.564

Abstract

Perilaku picky eater merupakan salah satu permasalahan makan yang sering ditemukan pada anak usia prasekolah dan dapat memengaruhi kecukupan asupan zat gizi. Perilaku ini ditandai dengan kebiasaan memilih-milih makanan, menolak jenis makanan tertentu, serta kurangnya minat untuk mencoba makanan baru, sehingga berpotensi berdampak pada status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku picky eater dengan status gizi pada anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 44 anak usia prasekolah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data perilaku picky eater dikumpulkan menggunakan kuesioner Child Eating Behavior Questionnare (CEBQ), sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan indikator berat badan berdasarkann tinggi badan (BB/TB). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi anak dengan status gizi kurus lebih banyak ditemukan pada kelompok anak dengan perilaku picky eater dibandingkan dengan anak yang tidak picky eater. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi anak usia prasekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku picky eater berhubungan dengan status gizi anak usia prasekolah. Oleh karena itu, perilaku makan anak perlu mendapatkan perhatian sebagai salah satu faktor dalam pemantauan dan upaya pencegahan masalah gizi pada anak usia prasekolah.