p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Ardhiles Wahyu Kurniawan
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang Denanda Nur Rahma; Hanim Mufarokhah; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.548

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya. Kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah serta mencegah komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner  kepatuhan minum (Morisky Medication Adherence Scale/ MMAS-8), tingkat aktivitas fisik (International Physical Activity Questionnaire/ IPAQ) serta kualitas hidup (World Health Organization Quality of Life/ WHOQOL-BREF). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman`s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil Didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (p= 0,197) serta adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p = 0,018 r = 0,260).Simpulan Temuan ini menekankan pentingknya kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik teratur bagi penderita hipertensi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Hubungan Kadar Kolesterol Dan Tekanan Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang Vika Apria Michelle Tadubun; Ratna Roesardhyati; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.562

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan global yang kompleks dan sering kali disertai dengan gangguan metabolisme lipid seperti hiperkolesterolemia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan melalui berbagai mekanisme fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar kolesterol dan tekanan darah dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik total sampling terhadap 54 responden lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar kolesterol total menggunakan alat tes digital EasyTouch, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40,7% responden memiliki kadar kolesterol risiko tinggi, 48,1% mengalami hipertensi stadium 1, dan 63,0% memiliki kualitas hidup rendah. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar kolesterol dengan kualitas hidup (p-value = 0,809), namun terdapat hubungan signifikan antara tekanan darah dengan kualitas hidup (p-value = 0,013). Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pengendalian tekanan darah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi, sehingga diperlukan penguatan program deteksi dini dan penatalaksanaan hipertensi yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Apgar Score Dan Respiratory Distress Syndrome (RDS): Relevansi Klinis Dalam Praktik Di Neonatus Intensive Care Unit (NICU) Nur Akmi Popa; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Bayu Budi Laksono Laksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.569

Abstract

Skor APGAR merupakan indikator klinis awal untuk menilai adaptasi neonatus segera setelah lahir dan sering dikaitkan dengan luaran pernapasan. Respiratory Distress Syndrome (RDS) masih menjadi penyebab utama morbiditas neonatal, khususnya pada bayi yang dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Namun, bukti mengenai hubungan antara skor APGAR dan kejadian RDS masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara skor APGAR dan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh bayi yang dirawat di ruang NICU RS Ir. Soekarno Kepulauan Morotai pada periode Oktober–November 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data sekunder dikumpulkan menggunakan case report form yang disusun oleh peneliti. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Contingency Coefficient. Sebagian besar bayi memiliki skor APGAR abnormal (<7) dan tidak mengalami RDS. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor APGAR dan kejadian RDS (p = 0,293), dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah (r = 0,120).  Skor APGAR tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Temuan ini menunjukkan bahwa skor APGAR bukan merupakan prediktor independen RDS, sehingga penilaian risiko RDS perlu mempertimbangkan faktor klinis lain secara komprehensif.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Sekarpuro Lista Kirana Putri; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Bayu Budi Laksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.588

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang mememrlukan pengobatan jangka panjang. Tingkat kepatuhan minum obat penderita hipertensi masih tergolong rendah dan menjadi salah satu penyebab tidak terkontrolnya tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di desa sekarpuro, kecamatan pakis, kabupaten malang. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 92 responden penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan Morisky Medication Adherence (MMAS-8). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukan nilai koefisien sebesar r = 0,214 dengan nilai p = 0,040 (P < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Semakin baik dukungan keluarga, semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat.