p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Razany Fauzia Alboneh
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Senam Lansia Dengan Kekuatan Otot Tungkai Bawah, Keseimbangan, Kapasitas Fungsional Pada Lansia Di Puskesmas Sanden Imheling imheling; Razany Fauzia Alboneh; Ummy A’isyah Nurhayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.648

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada meningkatnya permasalahan kesehatan akibat proses penuaan, salah satunya adalah penurunan kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, dan kapasitas fungsional. Penurunan tersebut dapat memengaruhi kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta meningkatkan risiko jatuh. Aktivitas fisik seperti senam lansia merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kondisi fisik lansia. Senam lansia umumnya dirancang dalam bentuk latihan ringan hingga sedang yang bertujuan menjaga kebugaran dan fungsi tubuh pada usia lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas senam lansia dengan kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, dan kapasitas fungsional pada lansia di Puskesmas Sanden. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 78 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas senam lansia diukur menggunakan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), kekuatan otot tungkai bawah menggunakan Five Times Sit to Stand Test (FTSST), keseimbangan menggunakan Time Up and Go Test (TUG), serta kapasitas fungsional menggunakan satuan METs. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas senam lansia dengan kekuatan otot tungkai bawah (r = 0,234; p = 0,040). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas senam lansia dengan keseimbangan (r = -0,215; p = 0,059) maupun kapasitas fungsional (r = 0,074; p = 0,521). senam lansia berhubungan dengan peningkatan kekuatan otot tungkai bawah, tetapi tidak berhubungan secara langsung dengan keseimbangan dan kapasitas fungsional.
Perbedaan Pengaruh Functional Task Training Dan Dual Task Training Terhadap Keseimbangan Dinamis Lansia Velda Azalia Khairunnisa; Razany Fauzia Alboneh; Lailatuz Zaidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.556

Abstract

Latar Belakang  :  Penurunan keseimbangan dinamis pada lansia merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kemandirian fungsional. Hasil studi pendahuluan di daycare lansia ‘Aisyiyah Condongcatur menunjukkan proporsi lansia dengan gangguan keseimbangan dinamis dan riwayat jatuh yang cukup tinggi, sehingga diperlukan intervensi latihan yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh Functional Task Training (FTT) dan Dual Task Training (DTT) terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Metode : Quasi experimental dengan desain pre-test dan post-test two group design. Subjek penelitian berjumlah 30 lansia  yang  memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dibagi menjadi kelompok FTT dan DTT yang masing – masing 15 orang. Keseimbangan dinamis diukur menggunakan Time Up and Go Test (TUGT) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Analisis data menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perubahan dalam masing – masing kelompok dan uji independent sample t-test untuk membandingkan perbedaan pengaruh antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat  peningkatan keseimbangan dinamis yang signifikan pada kedua kelompok setelah intervensi dan  terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok FTT dan DTT yaitu kelompok DTT menunjukkan peningkatan keseimbangan dinamis yang lebih besar. Kesimpulan : Dual Task Training lebih efektif dibandingkan Functional Task Training dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi latihan untuk menurunkan risiko jatuh dan mempertahankan kemandirian fungsional lansia.