Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Physiotherapy First Aid Training for Injured Athletes in the Field Ummy A’isyah Nurhayati; Nabilla Aulia Cahyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 2 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v2i3.3239

Abstract

Sports injury is a condition of damage that occurs to the muscular and skeletal systems of the body during exercise due to an accident. Some cases of injury are often ignored by athletes and assume that the injury will recover by itself, even though if the injury is not treated properly it can lead to more serious injuries and impact on the athlete's performance. Physiotherapy is a health professions that can provide assistance to injured athletes. The lack of knowledge about the handling of injuries in athletes often has an impact on the occurrence of repetitive injuries. The aim is to provide knowledge to coaches and athletes about the types of injuries, the level of injury (onset), how to reduce the risk of further injury or repetitive injury and how to overcome injuries in the field.
Hubungan Aktivitas Senam Lansia Dengan Kekuatan Otot Tungkai Bawah, Keseimbangan, Kapasitas Fungsional Pada Lansia Di Puskesmas Sanden Imheling imheling; Razany Fauzia Alboneh; Ummy A’isyah Nurhayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.648

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada meningkatnya permasalahan kesehatan akibat proses penuaan, salah satunya adalah penurunan kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, dan kapasitas fungsional. Penurunan tersebut dapat memengaruhi kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta meningkatkan risiko jatuh. Aktivitas fisik seperti senam lansia merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kondisi fisik lansia. Senam lansia umumnya dirancang dalam bentuk latihan ringan hingga sedang yang bertujuan menjaga kebugaran dan fungsi tubuh pada usia lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas senam lansia dengan kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, dan kapasitas fungsional pada lansia di Puskesmas Sanden. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 78 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas senam lansia diukur menggunakan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), kekuatan otot tungkai bawah menggunakan Five Times Sit to Stand Test (FTSST), keseimbangan menggunakan Time Up and Go Test (TUG), serta kapasitas fungsional menggunakan satuan METs. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas senam lansia dengan kekuatan otot tungkai bawah (r = 0,234; p = 0,040). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas senam lansia dengan keseimbangan (r = -0,215; p = 0,059) maupun kapasitas fungsional (r = 0,074; p = 0,521). senam lansia berhubungan dengan peningkatan kekuatan otot tungkai bawah, tetapi tidak berhubungan secara langsung dengan keseimbangan dan kapasitas fungsional.
Interaksi Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh, Perilaku Menetap (Sedentary Behavior) Terhadap Hipertensi Pada Lansia, Serta Dampaknya Pada Kualitas Hidup Amanda Indah Safitri; Ummy A’isyah Nurhayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.659

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu faktor resiko hipertensi adalah jenis kelamin, IMT, perilaku menetap serta hal tersebut berdampak pada kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jenis kelamin, indeks massa tubuh, perilaku menetap (sedentary behavior) terhadap risiko hipertensi lansia, serta dampaknya pada kualitas hidup. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan rancangan jenis studi observasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasi. Subjek dalam penelitian ini adalah lansia dengan hipertensi di Dusun Gluntung Kidul dan Dusun Gumulan yang diambil secara consecutive sampling, dengan cara pengambilan data menggunakan kuisioner. Jumlah responden sebanyak 63 orang lansia hipertensi yang dilakukan pengukuran dan wawancara. Hasil: Hasil menunjukan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, IMT terhadap hipertensi sedangkan perilaku menetap tidak memiliki hubungan signifikan terhadap hipertensi setelah di uji Chi-square dengan nilai (p>0,05). Uji Ordinal Logistik Regression menunjukan hanya jenis kelamin yang berhubungan terhadap hipertensi dengan nilai (p=0,001). Uji Multipel Linear Regression menunjukan hanya perilaku menetap yang berhubungan terhadap kualitas hidup dengan nilai (p=0,035). Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin dan IMT berhubungan dengan hipertensi. Sementara itu, perilaku menetap tidak berhubungan dengan hipertensi, tetapi menjadi faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup lansia hipertensi.
PERBEDAAN PENGARUH STATIC STRETCHING DAN JOINT DISTRACTION WITH ELASTIC BAND TRAINING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA ATLET SEPAK BOLA Assyifa Beauty Ihsani; Ummy A’isyah Nurhayati; Lailatuz Zaidah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat terhadap olahraga sepak bola di kalangan remaja semakin meningkat, sehingga kebutuhan akan kondisi fisik optimal menjadi semakin penting. Salah satu masalah yang sering muncul pada atlet adalah penurunan fleksibilitas otot hamstring, yang dapat menyebabkan keterbatasan gerak, menurunkan performa, serta meningkatkan risiko cedera. Intervensi fisioterapi seperti static stretching dan joint distraction with elastic band training banyak digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh static stretching dan joint distraction with elastic band training terhadap fleksibilitas otot hamstring pada atlet sepak bola. Metode: Penelitian quasi-eksperimental ini melibatkan 28 atlet sepak bola usia 16–19 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Sampel dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan, yaitu static stretching dan joint distraction. Intervensi diberikan selama tiga minggu dengan frekuensi 5–6 kali per minggu. Fleksibilitas hamstring diukur menggunakan Active Knee Extension Test (AKET) sebelum dan sesudah latihan. Hasil: Paired sample t-test kelompok I dan kelompok II menunjukan adanya pengaruh pada setiap kelompok pemberian dan terjadi peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada atlet sepak bola. Kesimpulan: Joint distraction with elastic band training lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring pada atlet sepak bola. Saran: Fisioterapis dan peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan penggunaan metode ini dalam program latihan maupun rehabilitasi, serta mengeksplorasi kombinasi intervensi lainnya.