Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada remaja SMA Ani Ani; Suratini Suratini; Tiwi Sudyasih
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2711

Abstract

Background: Sleep quality is an important factor in maintaining adolescents’ physical, psychological, and academic well-being. The increasing use of digital gadgets among high school students may negatively affect sleep patterns and quality, particularly due to nighttime screen exposure. Purpose: To determine the relationship between the duration of gadget use and sleep quality among students of SMA. Method: This study employed a quantitative descriptive correlational design with a cross- sectional approach. The sample consisted of 57 tenth-grade students selected using simple random sampling. Data were collected using a gadget usage duration questionnaire and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data analysis was conducted using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. Results: The majority of respondents had high levels of gadget usage (74%) and poor sleep quality (88%). Spearman correlation analysis revealed a significant relationship between gadget usage duration and sleep quality (p = 0.001; r = 0.156). The correlation was weak but positive, indicating that longer gadget usage was associated with poorer sleep quality. Conclusion: There is a significant relationship between gadget usage duration and sleep quality among students of SMA.   Keywords: Adolescents;  Gadget Usage Duration; PSQI; Sleep Quality.   Pendahuluan: Kualitas tidur merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik, psikologis, dan performa akademik remaja. Peningkatan penggunaan gadget pada siswa SMA berpotensi memengaruhi pola dan kualitas tidur, terutama akibat paparan layar pada malam hari. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada siswa SMA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 57 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi penggunaan gadget dan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil: Mayoritas responden memiliki durasi penggunaan gadget kategori tinggi (74%) dan kualitas tidur buruk (88%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dan kualitas tidur (p = 0.001; r = 0.156) dengan tingkat keeratan hubungan lemah dan arah positif yang berarti semakin lama durasi penggunaan gadget maka semakin buruk kualitas tidur siswa. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur pada siswa SMA.   Kata Kunci: Durasi Penggunaan Gadget; Kualitas Tidur; PSQI; Remaja.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Status Gizi Pada Lansia Di Posyandu Dahlia Kramen, Sleman Novia Jastiana; Yuli Isnaeni; Tiwi Sudyasih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.605

Abstract

Status gizi lansia masih menjadi masalah kesehatan yang dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Kurangnya dukungan dapat berdampak pada pemenuhan gizi lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan status gizi lansia. Sasaran penelitian adalah lansia yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Dahlia Kramen.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu Dahlia Kramen, Kelurahan Sidoagung, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan populasi lansia sebanyak 185 lansia. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 48 lansia berdasarkan kriteria inklusi. Data dukungan keluarga dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi diukur melalui antropometri yaitu tinggi badan menggunakan metline dan berat badan menggunakan timbangan digital, yang kemudian hasilnya dimasukan ke dalam rumus Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga baik (60,4%) dan memiliki status gizi baik (60,4%). Berdasarkan uji korelasi menggunakan Spearmen Rank didapatkan nilai p-value 0,000 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan status gizi lansia, dan koefisien korelasi sebesar 0,535 yang menunjukkan hubungan sedang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan status gizi lansia. Berdasarkan dari hasil penelitian dari empat bentuk dukungan yang belum optimal yaitu dukungan informasi dan dukungan penghargaan, diharapkan keluarga dapat meningkatkan pada 2 aspek dukungan ini, serta keluarga mampu mempertahankan dukungan yang sudah optimal diberikan sebelumnya yaitu dukungan emosional dan dukungan instrumental, agar lansia mencapai status gizi yang baik.
Studi Kasus Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Anak Dengan Gangguan Komunikasi Verbal Aulia Kharisma Putri; Tiwi Sudyasih
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1326

Abstract

Gangguan komunikasi verbal merupakan kondisi ketika individu mengalami hambatan dalam menerima, memproses, dan menyampaikan informasi secara verbal. Anak dengan gangguan komunikasi verbal memerlukan dukungan keluarga yang optimal, terutama dari ibu sebagai caregiver utama, untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah terapi menanam cabai yang termasuk dalam terapi hortikultura. Aktivitas menanam cabai dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus melatih kemampuan komunikasi anak melalui interaksi langsung dengan lingkungan. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga pada anak dengan gangguan komunikasi verbal melalui dukungan emosional ibu dan terapi menanam cabai. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada keluarga Ny. M di Dusun Baturan Trihanggo Sleman Yogyakarta. Intervensi dilakukan melalui edukasi dukungan emosional kepada ibu dan pelaksanaan terapi menanam cabai sebagai media stimulasi komunikasi. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan keterlibatan anak dalam aktivitas, peningkatan kemampuan mengikuti instruksi sederhana, peningkatan kontak mata, serta munculnya komunikasi verbal sederhana selama kegiatan menanam cabai. Selain itu, ibu menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memberikan dukungan emosional dan stimulasi perkembangan kepada anak. Intervensi dukungan emosional ibu dan terapi menanam cabai dapat menjadi alternatif tindakan keperawatan keluarga dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal anak.