Esri Rusminingsih
<span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Universitas Muhammadiyah Klaten</span></span>

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Performa Self Nanoemulsifying Drug Delivery System Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Menggunakan Metode Emulsifikasi Ultrasonic Esri Rusminingsih; Hardhono Susanto; Diana Nur Afifah; Ronny Martien; Yance Anas
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.17415

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera Lam) diketahui mengandung polifenol yang tinggi berupa asam fenolat, flavonoid, dan glukosinolat yang telah terbukti memiliki aktivitas hipoglikemik. Studi menunjukkan bahwa 40% senyawa alami memiliki kelarutan yang rendah dalam air, yang memengaruhi bioavailabilitas senyawa alami dalam tubuh. Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) merupakan sistem penghantaran obat yang dapat meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas obat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja formulasi SNEDDS ekstrak daun kelor. Metode: Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu preparasi ekstrak, preparasi SNEDDS, dan karakterisasi nanoemulsi. SNEDDS dibuat menggunakan metode emulsifikasi ultrasonik. Bahan formulasi SNEDDS adalah asam oleat: Tween 20: polietilen glikol (PEG) 400 dengan perbandingan 1:8:1. Ada tiga konsentrasi ekstrak daun kelor berbeda yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 75 mg, 100 mg, dan 125 mg per 3 ml dalam formula dasar SNEDDS. Formula dihomogenkan menggunakan hotplate magnetic stirrer pada suhu 400C selama 30 menit, kemudian disonikasi selama 15 menit pada suhu 400C. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ukuran partikel pada konsentrasi 75 mg, 100 mg dan 125 mg adalah 14,40 nm, 22,99 nm dan 86,48 nm dengan polidispersitas (Pdi) masing-masing 0,41; 0,67; 0,20. Meskipun konsentrasi 125 mg memiliki rata-rata ukuran partikel terbesar yaitu 86,48 nm, namun memiliki konsentrasi ekstrak daun kelor tertinggi, Pdi terbaik dan zeta potensial -32,6 mV. Formula SNEDDS ekstrak daun kelor terbaik terdapat pada dosis 125 mg/3ml telah memenuhi parameter nanoemulsi yang dapat dikembangkan sebagai terapi komplementer dari bahan alam.