Agus Siswanto
Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Identifikasi DRPs dan Analisis Biaya Terkait Peresepan Antibiotik dalam Besaran Kapitasi di Puskesmas Kota Cirebon-Indonesia Rizka Rahmania; Didik Setiawan; Agus Siswanto
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v20i2.19881

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan salah satu Drug Related Problems (DRPs) yang dapat mengganggu luaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan DRPs pada tiap lembar resep beserta nilai biaya obat pada resep yang dilayani puskesmas di Kota Cirebon. Penelitian ini dilakukan terhadap resep antibiotik di 18 puskesmas Kota Cirebon. Sampel yang digunakan adalah resep pasien dewasa (Januari-Desember 2019) dengan diagnosa utama penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) tidak spesifik (J069), diare tidak spesifik (A09), nasofaringitis akut (J00) dan faringitis akut tidak spesifik (J029). Sebanyak 1478 DRPs teridentifikasi dari 761 lembar resep dengan tingkat kejadian rata-rata 2,2 DRPs per lembar resep. Persentase kejadian DRPs yang teridentifikasi antara lain DRPs terkait pemilihan obat sebesar 94,65%, dosis yang tidak sesuai sebesar 4,26% dan durasi pengobatan yang tidak sesuai sebesar 1,08%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya obat sebesar Rp. 10.223/lembar resep, yaitu lebih tinggi dibandingkan dengan biaya obat standar sebesar Rp. 4.835. Tingginya angka kejadian DRPs berpotensi dalam menyumbang inefisiensi penggunaan anggaran di puskesmas.
Optimasi Superdisintegran Sodium Starch Glycolate, Filler-Binder Avicel Ph 102, dan Pemanis Manitol dalam Fast Disintegrating Tablet Antasida Afina Afina; Agus Siswanto; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i2.22712

Abstract

Antasida merupakan salah satu sediaan farmasetika oral yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan pada lambung karena adanya iritasi yang disebabkan oleh asam lambung dan pepsin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi optimum fast disintegrating tablet (FDT) antasida kombinasi superdisintegrant sodium starch glycolate (SSG), filler-binder Avicel PH 102 dan pemanis mannitol sehingga diperoleh sediaan dengan mutu yang baik. Optimasi formula menggunakan metode simplex lattice design (Design Expert versi 12.0) dengan tiga faktor SSG, Avicel PH 102, dan mannitol sehingga diperoleh 14 run formula. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Komposisi formula optimum FDT antasida ditentukan dengan parameter sifat alir granul, kerapuhan, waktu hancur, dan kapasitas netralisasi asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi superdisintegrant SSG, filler-binder Avicel PH 102 dan pemanis manitol tidak berpengaruh terhadap kerapuhan sediaan namun mampu menurunkan waktu hancur serta menaikkan kapasitas netralisasi asam FDT antasida. Kombinasi Avicel PH 102 dan manitol mampu meningkatkan sifat alir granul FDT antasida. Berdasarkan metode numerik diperoleh formula optimum FDT antasida dengan komposisi Al(OH)3 200 mg, Mg(OH)2 200 mg, SSG 195,629 mg, manitol 80,00 mg, avicel 124,371 mg, talk 8 mg dan magnesium stearat 80 mg.
Optimasi Formula Fast Disintegrating Tablet Domperidone Kombinasi Filler Binder Starch 1500, Manitol dan Avicel PH 102 dengan Simple Lattice Design Novi Novi; Agus Siswanto; Wiranti Sri Rahayu
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i1.22768

Abstract

Domperidone adalah agonis anti-dopamin yang digunakan untuk mengontrol  muntah. Salah satu pengembangan formulasi domperidone kerja cepat adalah dengan formulasi dalam bentuk fast disintegrating tablet. Penelitian ini bertujuan mendapatkan komposisi optimum Starch 1500, manitol dan Avicel PH 102 pada sediaan FDT (fast disintegrating tablet) domperidone. Metode simplex lattice design dengan software Design expert diterapkan dengan 3 variabel sehingga diperoleh 14 run formula. Tablet dibuat dengan metode cetak langsung. Tablet diuji mutu meliputi: sifat alir massa cetak, sifat fisik tablet, waktu pembasahan, dan uji disolusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Avicel PH 102 merupakan faktor yang dominan meningkatkan sifat alir, mempercepat waktu pembasahan, meningkatkan waktu hancur, dan meningkatkan disolusi FDT  Domperidone. Manitol merupakan faktor yang meningkatkan kekerasan dan kerapuhan tablet. Optimasi dengan metode numerik menghasilkan komposisi formula optimum FDT domperidone dengan Starch 1500 11,0316 mg, manitol 42,541 mg, dan Avicel PH 102  117,427 mg dengan nilai disirability 0,773.
Pengaruh Polimer HPMC K100M terhadap Tablet Floating Ekstrak Lidah Buaya Untuk Terapi Gastritis Agus Siswanto; Denisa Adibah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.24751

Abstract

Ekstrak lidah buaya berpotensi untuk terapi gastritis karena mengandung flavonoid sebagai agen perlindungan lambung dan golongan alkaloid serta saponin sebagai zat netralisasi asam. Dalam terapi gastritis, strategi formulasi gastroretentif sangat tepat untuk meningkatkan efektifitas terapi karena sediaan dapat melepaskan obat di lambung. Polimer seperti HPMC K100M merupakan eksipien penting dalam sistem effervescent sediaan floating sebagai floating enhancer dan mempertahankan integritas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh HPMC K100M terhadap karakteristik tablet floating ekstrak lidah buaya. Tablet floating ekstrak lidah buaya dibuat dengan sistem effervescent dengan penambahan HPMC K100 M sebagai polimer hidrofilik dengan konsentrasi 5, 7,5, dan 10%. Tablet floating dibuat dengan metode granulasi basah, dievaluasi sifat alir massa cetak, sifat fisik tablet, karakter floating, dan kapasitas netralisasi asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kadar HPMC K100M tidak mempengaruhi sifat alir massa cetak, keseragaman bobot, dan kapasitas netralisasi asam tablet floating ekstrak lidah buaya. Namun Peningkatan HPMC K100M mampu meningkatkan kekerasan, menurunkan kerapuhan, meningkatkan durasi dan integritas floating, serta menurunkan floating lag time. Secara umum tablet floating ekstrak lidah buaya dengan kadar HPMC K100M 5-10% menunjukkan mutu sediaan yang baik sesuai yang dipersyaratkan.
Potensi Amilum Jagung (Zea mays L.) Pregelatinasi Sebagai Superdisintegrant Dalam Formulasi Fast Disintegrating Tablet (FDT) Asetosal Agus Siswanto; Deva Aldina Maria Qiptiah; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 23 No. 01 Juli 2026
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi formulasi fast disintegrating tablet (FDT) sangat tepat untuk terapi asetosal sebagai antiplatelet dalam profilaksis stroke karena tablet hancur segera di mulut sehingga zat aktif dilepaskan dan diserap lebih cepat. Bahan penghancur merupakan eksipen yang menentukan mutu sediaan FDT. Amilum jagung merupakan bahan yang potensial untuk dikembangkan sebagai eksipien sediaan tablet, termasuk sebagai bahan penghancur. Namun, perlu dilakukan modifikasi untuk meningkatkan fungsi mekanik dan kemampuan amilum jagung sebagai bahan penghancur. Modifikasi pregelatinasi dapat meningkatkan sifat mekanik dan fungsi amilum jagung sebagai bahan penghancur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pregelatinasi amilum jagung terhadap sifat mekanik, sifat fisik, dan disolusi FDT asetosal. Tablet dibuat dengan metode cetak langsung dalam 6 formula, dengan penambahan amilum jagung alami dan amilum jagung pregelatinasi pada kadar 4, 6, dan 10%. Massa cetak tablet diuji sifat alir dan kompresibilitasnya. Sediaan tablet diuji sifat fisiknya, kadar asetosal, dan disolusi. Hasil uji statistik menggunakan ANOVA dua jalan dengan software SPSS menunjukkan bahwa parameter sifat alir, sifat fisik tablet, dan disolusi FDT asetosal dengan amilum jagung pregelatinasi menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,005) dibandingkan dengan FDT asetosal dengan amilum jagung alami. Pregelatinasi amilum jagung menghasilkan granul dengan ukuran dan kerapatan jenis yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan sifat alir dan kompresibilitas massa cetak FDT asetosal. Modifikasi amilum jagung pregelatinasi juga mampu memperbaiki sifat fisik dan disolusi FDT asetosal dengan mempercepat waktu hancur (dari 6,27-7,63 menit turun menjadi 2,40-3,80 menit), menurunkan kerapuhan (dari 6,38-9,53 % turun menjadi 0,29-1,09 %), meningkatkan keragaman bobot (NP turun dari 0,8-1,99 % menjadi 0,07-0,12 %), kekerasan (dari 1,55-2,69 kg/cm2 naik menjadi 3,49-5,11 kg/cm2), dan disolusi (dari 36,86-46,93 naik menjadi 90,25-96,35 %). Amilum jagung pregelatinasi sangat potensial untuk digunakan baik sebagai filler-binder maupun sebagai bahan penghancur dalam formula tablet.