Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Komorbid Hipertensi dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Desy Safitri Monoarfa; RA Dewinta Sukma Ananda; Eliza Dwinta; Nurul Kusumawardhani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.26626

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Prevalensi GGK dengan hemodialisis terbesar di Indonesia dengan urutan ke-3 yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,51%. Hipertensi adalah komorbid utama pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Terapi hemodialisis dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup pasien GGK dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien GGK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komorbid hipertensi dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis rutin di Klinik Hemodialisis Nitipuran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel diambil secara purposive sampling. Sebanyak 104 peserta telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan CRF, rekam medis, dan kuesioner EQ-5D-3L. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio untuk menilai hubungan hipertensi dengan kualitas hidup, dengan tingkat signifikansi p value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan komorbid hipertensi memiliki proporsi kualitas hidup tinggi sebesar (52,6%), sedangkan pasien tanpa komorbid hipertensi memiliki proporsi lebih tinggi, yaitu (75,0%). Sebaliknya, proporsi kualitas hidup rendah lebih besar pada pasien dengan hipertensi (47,4%) dibandingkan pada pasien non-hipertensi (25,0%). Hasil analisis hubungan antara komorbid hipertensi dan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,040; OR=2,7; CI 95%: 1,027–7,099). Dapat disimpulkan bahwa pasien GGK dengan komorbid hipertensi memiliki risiko 2,7 kali lebih besar untuk mengalami kualitas hidup yang buruk dibandingkan dengan pasien tanpa hipertensi.
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI EDUKASI DAN PENERAPAN DI SANGGAR BIMBINGAN SRIMUDA Davanita Nurriza; RA Dewinta Sukma Ananda; Dinda Kurniasari; Nila Safira Zakia
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya preventif penting dalam meningkatkan derajat kesehatan, khususnya pada anak usia dini yang rentan terhadap penyakit berbasis lingkungan seperti diare, cacingan, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan. Minimnya kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan pada anak menunjukkan perlunya intervensi edukatif sejak dini agar mereka mampu membangun perilaku sehat yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Srimuda, Shah Alam, Malaysia, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pendekatan sosialisasi, demonstrasi, serta praktik langsung mencuci tangan, menyikat gigi, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan menjaga kebersihan lingkungan. Metode pengabdian meliputi penyampaian edukasi interaktif, demonstrasi praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pendampingan praktik ulang oleh anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman anak serta munculnya kebiasaan positif, seperti konsistensi mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, dan menerapkan perilaku sehat dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terbukti efektif dalam membentuk perilaku sehat pada anak usia dini dan berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini penting sebagai fondasi menuju generasi yang lebih sehat dan produktif.