Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Fuzzy Logic of Work Conformity in Small Enterprises of Traditional Medicines Eliza Dwinta; Ajie Kusuma; Baniady Gennody Pronosokodewa; Raden Jaka Sarwadhamana
EKSAKTA: Journal of Sciences and Data Analysis VOLUME 2, ISSUE 1, February 2021
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/EKSAKTA.vol2.iss1.art1

Abstract

Good Manufacturing Practices for Traditional Medicine (CPOTB) certification given by National Food and Drug Agency (BPOM) to Small Enterprises of Traditional Medicines (UKOT) is a claim from the production process of traditional medicines that is in accordance with CPOTB. However, not all human resources at UKOT understand and apply existing guidelines in the work practices of traditional medicine production. This study aims to assess the conformity of work by calculating the gap between knowledge of work practices in human resources in one UKOT Yogyakarta with fuzzy method. This assessment is a quantitative, cross-sectional study using a questionnaire that was adapted and modified from six categories of cause and effect. Respondents included in this study were all human resources in UKOT as many as 24 people (total sampling). The results obtained from the gap calculation of work conformity based on the six categories are machinery that have positive values (0,1146). Human resources who work at UKOT have a good understanding of the CPOTB and are already good at implementing work practices in accordance with the CPOTB in the machinery category. The findings that personnel pass through the production area, storage area and quality control area, as well as analysis methods that have not been validated periodically, can be used as an ingredient for improvement by implementing corrective-action-preventive-action on order to improve the quality of work in accordance with CPOTB and guarantee the quality of traditional medicine products from the UKOT Yogyakarta.
Analisis Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Karyawan Farmasi PT Aksamala Adi Andana Yogyakarta Raden Jaka Sarwadhamana; Eliza Dwinta
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2020.3(1).7-16

Abstract

Perkembangan Globalisasi dalam bidang penyelenggaraan kesehatan berupa aspek penyediaan obat dengan permintaan pasar yang pesat sehingga menuntut penyelenggara organisasi untuk melaksanakan secara profesional. Menghadapi kondisi tersebut mengharuskan organisasi menelaah secara sistemastis dalam upaya efisiensi, efektifitas, dan  produktifitas karyawan agar dapat bertahan dari segala perubahan yang ada. Dalam upaya meningkatkan kualitas dan produktifitas kinerja karyawan diperlukan sebuah model gaya kepemimpinan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gaya kepemimpinan dan motivasi kerja karyawan farmasi di PT Aksamala Adi Andana Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitiana ini adalah seluruh karyawan di PT Aksamala Adi Andana Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 responden yang di ambil dengan teknik purposive sampling. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan biavariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan dan arah korelasi positif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan motivasi kerja karyawan (p=0,000), sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan dan arah korelasi negatif antara gaya kepemimpinan transaksional dengan motivasi kerja karyawan (p=0,367). Kesimpulan penelitian menjelaskan bahwa ada hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan motivasi kerja karyawan farmasi di PT Aksamala Adi Andana Yogyakarta.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan; motivasi kerja; farmasi
KARAKTERISTIK DAN STATUS KETERGANTUNGAN PEROKOK AKTIF TERHADAP NIKOTIN DI KOTA YOGYAKARTA Eliza Dwinta
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.717 KB) | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i2.1399

Abstract

AbstrakRokok mengandung unsur-unsur kimia seperti tar, nikotin, benzovrin, metal-kloride, aseton, amino, dan karbon monoksida. Adanya kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan ketergantungan. Fagerstrom Test for Nicotine Dependence (FTND) digunakan sebagai kuisioner bagi para perokok di daerah Yogyakarta untuk mengetahui tingkat ketergantungan terhadap nikotin. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden sejumlah 70 perokok aktif dengan hasil karakteristik demografis, yaitu (97,1) laki-laki dan (2,9) perempuan, dan awal mula masyarakat merokok yaitu pada usia 17-25 tahun dengan pendidikan terakhir SMA sederajat. Penghasilan perokok melalui penelitian ini didapatkan sebesar Rp 1.000.000,00 hingga Rp 2.000.000,00. Dari 70 perokok terdapat 40% perokok ketergantungan nikotin rendah hingga sedang, 34,3% responden memiliki ketergantungan rendah; 21,4% responden memiliki tingkat ketergantungan sedang, dan 4,3% responden memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap nikotin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui status ketergantungan perokok aktif terhadap nikotin di wilayah Kota Yogyakarta. Status ketergantungan terhadap nikotin dapat dijadikan salah satu kriteria dalam menentukan sasaran promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan terkait merokok. Sasaran dan metode promosi kesehatan yang tepat dapat memudahkan informasi tersampaikan guna meningkatkan kesadaran perokok terhadap kesehatan tubuhnya.Kata Kunci: fagerstrom test for nicotine dependence; status perokok; perokok aktif AbstractCigarettes contain chemical elements such as tar, nicotine, benzovrin, metal-chloride, acetone, amino, and carbon monoxide. The presence of nicotine in cigarettes can cause dependence. The Fagerstrom Test for Nicotine Dependence (FTND) was used as a questionnaire for smokers in the Yogyakarta area to determine the level of dependence on nicotine. This research is a descriptive cross-sectional approach. Respondents were 70 active smokers with the results of demographic characteristics, namely male (97.1%) and female (2.9%), and the beginning of the smoking community, namely at the age of 17-25 years with the latest high school education equivalent. The income of smokers through this research is obtained from Rp 1,000,000.00 to Rp 2,000,000.00. Of the 70 smokers, 40% of smokers had low to moderate nicotine dependence; 34.3% of respondents had low dependence; 21.4% of respondents have a moderate level of dependence, and 4.3% of respondents have a high level of dependence on nicotine. The purpose of this study was to determine the nicotine dependence status of smokers in Yogyakarta. Nicotine dependence status can be used as one of the criteria in determining health promotion targets by health workers related to smoking. The right targets and methods of health promotion can make it easier for information to be conveyed in order to increase smokers’ awareness of their health. Keywords:  Fagerstrom test for nicotine dependence; dependence status of smokers; active smokers
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEPEDULIAN KESEHATAN MASYARAKAT TERHADAP RESISTENSI ANTIMIKROBA DENGAN MEDIA KOMUNIKASI RADIO Eliza Dwinta
EDUKASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2021): Epmas: Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/epmas.v1i1.218

Abstract

Antimikroba (antijamur, antivirus, dan antibakteri) merupakan zat yang digunakan untuk membunuh mikroba (jamur, virus, dan bakteri). Jika antimikroba digunakan terlalu sering tanpa pengawasan tenaga medis, jumlah antimiroba yang dikonsumsi terlalu banyak, dan waktu penggunaan antimikroba tidak menentu, dapat menjadi pemicu timbulnya resistensi antimikroba. Resistensi antimikroba terjadi ketika mikroba tidak mati dan terus berkembang karena sudah kebal terhadap pemberian antimikroba sehingga akan sulit untuk diobati. Terdapat 2 jenis antimikroba, yaitu antimikroba dalam sediaan kimia dan antimikroba dari bahan alam. Antimikroba yang dapat dimanfaatkan dari bahan alam, antara lain adalah bawang putih, rimpang jahe, daun cengkeh, kayu manis, lemon, daun kelor, dan jintan hitam. Informasi tersebut disosialisasikan di Radio Saka FM Yogyakarta secara didaktif, yaitu promosi kesehatan yang dilakukan secara satu arah, dimana narasumber tidak bertatap muka secara langsung dengan masyarakat. Sosialisasi di radio dilakukan dengan talkshow, yaitu sosialisasi yang dipandu oleh penyiar dengan acuan pocket book.. Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka memeriahkan Pekan Kesadaran Antimikroba Dunia untuk meningkatkan kesadaran berperilaku dengan bijak dalam penggunaan antimikroba, terutama antimikroba kimia agar terhindar dari resistensi.
Update Knowledge on Integrated Risk Management with Health Services at Yogyakarta Hospital, Indonesia Fatma Siti Fatimah; Choirul Anwar; Raden Jaka Sarwadhamana; Imram Radne Rimba Putri; Ari Susiana Wulandari; Eliza Dwinta; Anafrin Yugistyowati; Edi Sampurno Ridwan; Mahfud Mahfud; Nara Arumbinang; Tia Ageng Kirana; Zamroni Zamroni; Noviyani Leksomono
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Peneliti Teknologi Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59247/jppmi.v3i5.185

Abstract

The research results showed a high level of implementation of clinical risk management (MRK) (77.78%). Risk management is an effort to analyze existing systems for potential errors to prevent incidents from occurring. Risk management is an organized effort to identify, prioritize risks, analyze and reduce potential risks that may occur to patients, visitors, staff and organizational assets. Hospital risk management can implement a policy design to prevent Adverse Events that harm patients. Community service activities through knowledge updates on integrated risk management with health services to increase the knowledge of health workers. This service method uses 3 stages of preparation for implementation through training and evaluation, with 51 participants taking part. As a result of this service to the community, there are still many health workers who have never attended training or seminars on risk management, as many as 34 health workers. Health workers already know about patient safety targets, after carrying out community service activities. Health workers already understand risk management
HUBUNGAN RIWAYAT KERJA TERHADAP PENGETAHUAN VALIDASI DAN KUALIFIKASI BERDASARKAN CPOTB DI USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL PT. X di DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Banafsaj, Zakia Irbah; Dwinta, Eliza; Emelda, Emelda; Sarwadhamana, Raden Jaka
Jurnal Insan Farmasi Indonesia 2023: JIFI: Webinar & call for paper
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v6i3.1694

Abstract

Validation and qualification are important activities the pharmaceutical industry to produce quality and safe drugs. Good Manufacturing Practices for Traditional Medicines (CPOTB) is a guideline for the traditional medicine industry to produce medicines with guaranteed quality from validation and qualifications. Employee knowledge in carrying out validation and qualifications in the traditional medicine industry is very necessary to support the production quality assurance process. The aim of the research is to determine the relationship between work history (length of work and work area) on validation knowledge and qualifications based on CPOTB in the small business of traditional medicine PT. X in the Special Region of Yogyakarta. The type of research is descriptive quantitative with a cross sectional method. The research uses primary data from questionnaires of 35 employees who work in the production sector of PT. X. The results showed that there was no work history relationship with employee knowledge of CPOTB, with a p-value of 0.496 (<0.05) in the length of work and a p-value of 0.724 (<0.05) in the work area. From the data it can be concluded that the length of work and employee work area in the production sector are not related to employee knowledge of CPOTB.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA (Cost Effectiveness Analysis) PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK MONOTERAPI ATIPIKAL DENGAN KOMBINASI ATIPIKAL DAN TIPIKAL PADA PASIEN RAWAT INAP SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA YOGYAKARTA Novi Afitriyani; Afitriyani, Novi Afitriyani; Dwinta, Eliza; Radne Rimba Putri, Imram; Susila Astuti, Witri
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2023: Webinar Nasional & Call For Paper
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v8i3.1656

Abstract

Schizophrenia is a serious mental disorder characterized by impaired thinking, hallucinations and social behavior. Yogyakarta Special Region (DIY) ranks 2nd with a prevalence of schizophrenia reaching 10.4 per 1,000 population. The high number of people suffering from mental disorders can lead to increasingly expensive costs. To reduce the problem of health financing, a cost-effectiveness analysis is needed by calculating the cost of antipsychotic drugs and calculating the Average Cost Effectiveness Ratio value. The aim of this study was to determine the cost-effectiveness of using atypical antipsychotic monotherapy with atypical and typical combinations in schizophrenia patients at RSJ Grhasia Yogyakarta. The research method was carried out descriptively and retrospectively using medical record data for the period January-December 2022, with a proportional sampling technique. Results: research shows that atypical monotherapy antipsychotics are more cost-effective with an Average Cost Effectiveness Ratio value of IDR 204.4/week of therapeutic treatment compared to atypical-typical combination antipsychotics with a greater value of IDR 343.2/week of therapeutic treatment. Conclusion: The antipsychotics used by inpatient schizophrenia patients at RSJ Grhasia Yogyakarta had the highest effectiveness, namely in the atypical monotherapy therapy group, amounting to (93.02%).
Analisis Perbandingan Biaya Perawatan (Cost of illness Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik Pasien Rawat Inap di SUD Pannembahan Senopati Setiani, Setiani; Rimba, Imram Radne; Dwinta, Eliza
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.007.01.5

Abstract

      Stroke termasuk dalam penyakit katarostropik  yang dapat mengancam jiwa, dan memiliki resiko tinggi serta membutuhan pertolongan segera. Stroke dapat menyebabkan penderitanya memiliki faktor resiko morbiditas seusia hidupnya yang dapat menimbulkan Burden disease sehingga menyebabkan kematian, cedera, hilangnya produktifitas dan membutuhkan biaya penanganan yang cukup tinggi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total biaya perawatan dan selisish biaya perawatan stroke iskemik dan stroke hemoragik pasien rawat inap di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional study menurut perspektif penyedia layanan kesehatan (provider). Biaya yang diperhitungkan adalah biaya langsung (direct cost) menggunakan pendekatan bottom up. Subyek penelitian adalah semua pasien stroke rawat inap yang terdaftar sebagai pasien umum di rumah sakit yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan software Excel dan SPSS. Hasil penelitian melibatkan 50 sampel yang terdiri dari 32 pasien stroke iskemik dan 18 pasien stroke hemoragik menunjukan dengan analisis regresi linear variabel bebas berpengaruh terhadap biaya stroke sebesar 49,1%. Lama rawat inap menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya biaya dengan nilai p 0,00 (<0,05). Total direct health cost perawatan stroke adalah sebesar Rp151.633.600,00 Sedangkan material cost sebesar Rp113.954.918,00. Total rata-rata  biaya stroke iskemik  Rp4.625.511.006, stroke hemoragik  Rp6.531.786.277 dengan selisih Rp1.906.275.271.
Analisis Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Luaran Klinis Pasien PROLANIS Program Rujuk Balik Diabetes dengan Hipertensi di Puskesmas Minggir pada Masa Pandemi COVID-19: Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Luaran Klinis Pasien PROLANIS Diabetes dengan Hipertensi di Masa Pandemi COVID-19 Apristina, Ana; Nurinda, Eva; Kusumawardani, Nurul; Yugistyowati, Anafrin; Dwinta, Eliza
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2023.008.02.6

Abstract

Kepatuhan pengobatan menjadi faktor penting pada pengobatan jangka panjang yang dapat mempengaruhi luaran klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes dengan hipertensi di Puskesmas Minggir pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian kuantitatif non-eksperimental secara purposive sampling berjumlah 79 responden, variabel independen diukur menggunakan metode tidak langsung berupa kuesioner dan pill count, variabel dependen berupa Gula Darah Puasa (GDP), HbA1c dan tekanan darah dilihat melaui rekam medik. Analisis statistik menggunakan chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan terhadap luaran klinis (p-value ≤0,05). Berdasarkan hasil karakteristik sosio-demografi responden penelitian menunjukkan mayoritas kategori usia lansia (93,7%), berstatus pendidikan tidak tamat sekolah (57%) dan status pekerjaan tidak bekerja (64,6%). Hasil penelitian menunjukkan Tingkat Kepatuhan pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Program Rujuk Balik diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir sebanyak 36 pasien (45,6%) termasuk kategori patuh dan 43 pasien (54,4%) tidak patuh menggunakan obat. Hasil Luaran klinis GDP, HbA1c dan tekanan darah sebanyak 13 pasien (16,5%) dikatakan terkontrol dan 66 pasien (83,5%) dikatakan tidak terkontrol. Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan terhadap luaran klinis diabetes (p=0,435); dan luaran klinis hipertensi (p=0,199) serta tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien diabetes dengan hipertensi (p=0,963). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes dengan hipertensi di Puskesmas Minggir pada masa pandemi COVID-19.
Analisis Perbandingan Biaya Perawatan (Cost of illness Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik Pasien Rawat Inap di SUD Pannembahan Senopati Setiani, Setiani; Rimba, Imram Radne; Dwinta, Eliza
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.007.01.5

Abstract

      Stroke termasuk dalam penyakit katarostropik  yang dapat mengancam jiwa, dan memiliki resiko tinggi serta membutuhan pertolongan segera. Stroke dapat menyebabkan penderitanya memiliki faktor resiko morbiditas seusia hidupnya yang dapat menimbulkan Burden disease sehingga menyebabkan kematian, cedera, hilangnya produktifitas dan membutuhkan biaya penanganan yang cukup tinggi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total biaya perawatan dan selisish biaya perawatan stroke iskemik dan stroke hemoragik pasien rawat inap di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional study menurut perspektif penyedia layanan kesehatan (provider). Biaya yang diperhitungkan adalah biaya langsung (direct cost) menggunakan pendekatan bottom up. Subyek penelitian adalah semua pasien stroke rawat inap yang terdaftar sebagai pasien umum di rumah sakit yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan software Excel dan SPSS. Hasil penelitian melibatkan 50 sampel yang terdiri dari 32 pasien stroke iskemik dan 18 pasien stroke hemoragik menunjukan dengan analisis regresi linear variabel bebas berpengaruh terhadap biaya stroke sebesar 49,1%. Lama rawat inap menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya biaya dengan nilai p 0,00 (<0,05). Total direct health cost perawatan stroke adalah sebesar Rp151.633.600,00 Sedangkan material cost sebesar Rp113.954.918,00. Total rata-rata  biaya stroke iskemik  Rp4.625.511.006, stroke hemoragik  Rp6.531.786.277 dengan selisih Rp1.906.275.271.