Yuniar Fathil Ilmi
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Spektrofotometri Inframerah dan Nuclear Magnetic Resonance Terhadap Penentuan Struktur Senyawa Metabolit Sekunder Yuniar Fathil Ilmi; Vriezka Mierza
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v22i2.1492

Abstract

Spektroskopi Inframerah (IR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) adalah dua teknik analisis yang digunakan secara luas dalam penentuan struktur metabolit sekunder. Metabolit sekunder merupakan senyawa organik dalam aplikasi farmasi yang signifikan, namun hanya sebagian kecil yang telah dikarakterisasi secara mendalam. Tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip kerja, metode interpretasi data, serta keunggulan dan keterbatasan teknik IR dan NMR dalam karakterisasi struktur metabolit sekunder. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis artikel dalam rentang waktu 2013-2023, meliputi penerapan spektroskopi IR dan NMR secara individual maupun kombinasi keduanya. Hasil menunjukkan bahwa IR efektif dalam identifikasi gugus fungsi melalui analisis spektrum serapan inframerah, sedangkan NMR memberikan detail struktur molekul, seperti konektivitas atom dan stereokimia. Kombinasi kedua teknik ini meningkatkan efisiensi dan analisis akurasi dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing. Studi kasus pada karakterisasi α-Mangostin menunjukkan keberhasilan penerapan integrasi IR dan NMR dalam menentukan struktur senyawa kompleks. Kesimpulannya, kombinasi IR dan NMR merupakan pendekatan strategi untuk karakterisasi metabolit sekunder, memberikan panduan praktis bagi penelitian lanjutan, serta berpotensi diterapkan dalam pengembangan obat berbasis senyawa bioaktif.
Pengaruh Asupan Vitamin K terhadap Stabilitas Rasio Normalisasi Internasional dan Efektivitas Terapi Warfarin Yuniar Fathil Ilmi; Nariyyah Fitriana; Munir Alinu Mulki; Indah Laily Hilmi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.26889

Abstract

Warfarin memiliki indeks terapi sempit dengan variabilitas respons tinggi. Fluktuasi asupan vitamin K dapat menyebabkan ketidakstabilan INR, namun hubungannya masih kontroversial. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh asupan vitamin K terhadap stabilitas INR dan efektivitas terapi warfarin. Tinjauan sistematis mengikuti PRISMA 2020 melalui PubMed (2010-2025). Dari 6.573 artikel, 9 studi di sertakan (4 RCT, 5 observasional) dengan penilaian kualitas menggunakan Cochrane RoB 2 dan Newcastle-Ottawa Scale. Hasil menunjukkan konsistensi asupan vitamin K lebih penting dibanding jumlah absolut dalam menjaga stabilitas INR. Suplementasi dosis rendah (150 mcg/hari) efektif menurunkan fluktuasi ekstrem INR. Pemberian vitamin K untuk INR tinggi (≥4) aman dan efektif menurunkan risiko perdarahan serta mortalitas tanpa meningkatkan tromboembolisme. Dapat disimpulkan bahwa konsistensi konsumsi vitamin K merupakan faktor kunci efektivitas terapi warfarin. Edukasi harus menekankan konsistensi daripada pembatasan ketat. Diperlukan RCT berskala besar dengan tindak lanjut lebih panjang dan integrasi data genetik.