Ira Marta Sari
Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Tembilahan, Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PEMERIKSAAN CKG DI BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN TEMBILAHAN DITINJAU DARI USIA DAN JENIS KELAMIN Puji Lestari; Prayoda Utama; Ira Marta Sari; Rizki Rahmiana Harahap
Jurnal Insan Cendekia Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v13i1.1584

Abstract

Pendahuluan : Pemeriksaan kadar glukosa darah adalah salah satu upaya deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya diabetes militus. Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Tembilahan menjadi sarana skrining kesehatan bagi masyarakat di wilayah pelabuhan dan penumpang kapal yang memiliki mobilitas tinggi. Tujuan : untuk mengetahui gambaran dari kadar glukosa darah sewaktu pada pemeriksaan CKG di BKK Tembilahan yang di tinjau dari usia dan jenis kelamin. Metode : penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan CKG bulan Februari dengan jumlah sampel sebanyak 59 subjek. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) dengan sampel darah kapiler. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki sebanyak 40 subjek (67,8%) dan kelompok usia terbanyak adalah 41–60 tahun sebanyak 35 subjek (59,3%). Distribusi kadar glukosa darah sewaktu didominasi oleh kategori berisiko (111–200 mg/dL) yaitu sebanyak 31 subjek (52,5%). Berdasarkan jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan sebagian besar berada pada kategori berisiko. Berdasarkan kelompok usia, kategori berisiko paling banyak ditemukan pada usia 41–60 tahun dan usia lanjut. Kesimpualan : penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta CKG memiliki kadar glukosa darah sewaktu pada kategori berisiko dan peningkatan kadar glukosa darah lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Oleh karena itu, pemeriksaan glukosa darah secara rutin penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan diabetes melitus. Kata Kunci : Glukosa darah, diabetes militus, usia, jenis kelamin