Pendahuluan : Pemeriksaan kadar glukosa darah adalah salah satu upaya deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya diabetes militus. Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Tembilahan menjadi sarana skrining kesehatan bagi masyarakat di wilayah pelabuhan dan penumpang kapal yang memiliki mobilitas tinggi. Tujuan : untuk mengetahui gambaran dari kadar glukosa darah sewaktu pada pemeriksaan CKG di BKK Tembilahan yang di tinjau dari usia dan jenis kelamin. Metode : penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan CKG bulan Februari dengan jumlah sampel sebanyak 59 subjek. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) dengan sampel darah kapiler. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki sebanyak 40 subjek (67,8%) dan kelompok usia terbanyak adalah 41–60 tahun sebanyak 35 subjek (59,3%). Distribusi kadar glukosa darah sewaktu didominasi oleh kategori berisiko (111–200 mg/dL) yaitu sebanyak 31 subjek (52,5%). Berdasarkan jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan sebagian besar berada pada kategori berisiko. Berdasarkan kelompok usia, kategori berisiko paling banyak ditemukan pada usia 41–60 tahun dan usia lanjut. Kesimpualan : penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta CKG memiliki kadar glukosa darah sewaktu pada kategori berisiko dan peningkatan kadar glukosa darah lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Oleh karena itu, pemeriksaan glukosa darah secara rutin penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan diabetes melitus. Kata Kunci : Glukosa darah, diabetes militus, usia, jenis kelamin