Maria Kristanti Sambuaga
Universitas Sam Ratulangi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi Merah (Abelmoschus manihot L.) terhadap Gambaran Histopatologik Hati Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang di Induksi Diet Tinggi Lemak Kerin Hana Rondonuwu; Maria Kristanti Sambuaga; Nur Anindhita Kurniawaty Wijaya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3164

Abstract

Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) merupakan gangguan hati yang ditandai oleh akumulasi lemak berlebih pada hepatosit akibat pola makan tinggi lemak dan gangguan metabolisme lipid. Peningkatan prevalensi NAFLD menjadi masalah kesehatan global sehingga diperlukan pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alam. Daun gedi merah (Abelmoschus manihot L.) diketahui mengandung flavonoid, polifenol, dan tanin yang berpotensi sebagai hepatoprotektor melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun gedi merah terhadap gambaran histopatologik hati tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group design terhadap 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok kontrol negatif diberikan diet tinggi lemak, sedangkan kelompok perlakuan diberikan ekstrak daun gedi merah dosis 150 mg/kgBB dan 450 mg/kgBB selama 21 hari. Pengamatan histopatologik hati dilakukan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif mengalami steatosis, infiltrasi sel radang, nekrosis, dan fibrosis yang berat. Pemberian ekstrak daun gedi merah mampu memperbaiki kerusakan histopatologik hati secara dosis-dependen, dengan dosis 450 mg/kgBB menunjukkan perbaikan paling optimal. Disimpulkan bahwa ekstrak daun gedi merah memiliki efek hepatoprotektif terhadap kerusakan hati akibat diet tinggi lemak.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Pisang Goroho (Musa Acuminafe L.) Terhadap Gambaran Histopatologik Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Aloksan Zahra Amalia Sigar; Carla Felly Kairupan; Maria Kristanti Sambuaga
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3160

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik dengan prevalensi tinggi yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas, serta masih memiliki keterbatasan pilihan terapi. Pisang goroho (Musa acuminafe L.) mengandung flavonoid dan tanin dengan aktivitas antioksidan, yang berpotensi memberikan efek protektif terhadap kerusakan sel ? pankreas. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pisang goroho terhadap gambaran histopatologik pankreas tikus Wistar yang diinduksi aloksan. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium yang menggunakan 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi secara acak ke dalam empat kelompok. Kelompok A sebagai kontrol normal tanpa perlakuan. Kelompok B, C, dan D diinduksi aloksan 170 mg/kgBB secara intraperitoneal satu kali pada hari pertama, dengan kelompok B sebagai kontrol negatif tanpa perlakuan lanjutan. Kelompok C diberikan ekstrak pisang goroho 500 mg/kgBB, sedangkan kelompok D diberikan 1000 mg/kgBB selama 14 hari. Pemeriksaan kadar gula darah puasa dilakukan pada hari ke-1 dan hari ke-15, kemudian seluruh hewan coba diterminasi pada hari ke-15. Hasil: Kelompok yang menerima ekstrak pisang goroho menunjukkan gambaran histopatologik pankreas lebih baik dibanding kontrol negatif, dengan skor kerusakan pulau Langerhans lebih rendah dan mendekati kelompok normal. Efek protektif lebih baik pada dosis 1000 mg/kgBB dibandingkan dengan dosis 500 mg/kgBB. Kesimpulan: Pemberian ekstrak pisang goroho dapat mencegah kerusakan pulau Langerhans pankreas pada tikus Wistar yang diinduksi aloksan, dengan skor kerusakan pulau langerhans lebih rendah pada kelompok tikus wistar yang diberi ekstrak pisang goroho dosis 1000 mg/kgBB dibandingkan dengan dosis 500mg/kgBB.