Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik dengan dengan prevalensi tinggi yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas serta masih memiliki keterbatasan terapi. Pisang goroho (Musa acuminafe L.) merupakan tanaman lokal yang mengandung senyawa flavonoid dan tanin dengan aktivitas antioksidan, yang berpotensi memberikan efek protektif terhadap kerusakan sel ? pankreas pada kondisi diabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak pisang goroho terhadap gambaran histopatologik pankreas tikus Wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian eksperimental laboratorium dilakukan pada 24 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi empat kelompok: kelompok A sebagai kontrol normal tanpa perlakuan, kelompok B sebagai kontrol negatif yang diinduksi aloksan 170 mg/kgBB secara intraperitoneal, serta kelompok C dan D masing-masing diinduksi aloksan dan diberikan ekstrak pisang goroho 500 mg/kgBB dan 1000 mg/kgBB selama 14 hari. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan perbedaan bermakna gambaran histopatologik pankreas antar kelompok (p < 0,001). Kelompok perlakuan 1 dan 2 tidak berbeda signifikan dengan kelompok normal (P = 0,105 dan 0,091), menunjukkan ekstrak menurunkan kerusakan pulau Langerhans hingga mendekati kondisi normal. Kelompok perlakuan 2 menunjukkan perbaikan histopatologik yang lebih baik dibandingkan perlakuan 1, namun perbedaan tersebut tidak signifikan berdasarkan uji Mann–Whitney (p = 0,930). Pemberian ekstrak pisang goroho berpengaruh signifikan dalam menurunkan derajat kerusakan pankreas tikus Wistar yang diinduksi aloksan.
Copyrights © 2026