Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Buku Panduan Guru Berbasis Permainan Multisensori dan Pengaruhnya terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia 5-6 Tahun Arni Hadiati Natasyah; Nuril Imamah
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8145

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak akan panduan pembelajaran yang inovatif dan berbasis permainan multisensori untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun secara efektif dan sesuai tahap perkembangan mereka. Pembelajaran membaca permulaan pada anak usia dini masih banyak berfokus pada pengenalan huruf secara konvensional, sehingga kegiatan belajar cenderung monoton dan kurang inovatif. Hal ini menyebabkan anak kurang tertarik dan terlibat aktif dalam proses belajar membaca.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku panduan guru pada membaca permulaan berbasis permainan multisensori anak usia dini usia 5-6 tahun. Permainan multisensori diintegrasikan kedalam pembelajaran dengan mengoptimalkan kemampuan sensori anak yaitu visual, kinestetik, auditori dan taktil melalui pembelajaran yang inovatif untuk menumbuhkan minat membaca permulaan anak. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) atau penelitian dan pengembangan dalam mengembangkan buku panduan guru berbasis multisensori menggunakan model ADDIE (Analysis, Development, Design, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa dan guru di TK Mandiri kids Jatiasih Bekasi. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil validasi ahli materi 88 %, hasil validasi ahli media 80 % dan hasil validasi ahli bahasa 82% dengan kriteria sangat layak digunakan. Adapun hasil respon guru sebesar 91,64% menunjukkan bahwa Buku Panduan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran. Setelah penggunaan Buku Panduan terdapat peningkatan kemampuan berbahasa anak 70% mencapai kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB), dan 30% mencapai Berkembang sesuai Harapan (BSH). Hal ini menunjukkan bahwa buku panduan guru pada membaca permulaan berbasis permainan multisensori anak usia dini usia 5-6 tahun telah memenuhi syarat dan efektif dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa TK kelompok B Usia 5 – 6 Tahun di TK Mandiri Kids Jatiasih Bekasi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK Kurnia Rahayu; Yunita Yunita; Nuril Imamah
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 3 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i3.110711

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan dan efektivitas permainan tradisional Engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak Kelompok B RA Abdul Halim. Pentingnya studi ini didasarkan pada kebutuhan anak usia dini untuk memiliki kemampuan motorik kasar yang kuat melalui pembelajaran berbasis bermain dan aktivitas fisik. Permainan Engklek dipilih karena menuntut anak untuk melatih melompat, menyeimbangkan tubuh, dan koordinasi gerak yang secara implisit melibatkan pola berpikir logis dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 12 anak Kelompok B RA Abdul Halim. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Pada pra-siklus, mayoritas anak berada di kategori Belum Berkembang (BB) 16,7% dan Mulai Berkembang (MB) 50%. Setelah pelaksanaan tindakan hingga Siklus II, kemampuan anak meningkat tajam dengan ketuntasan mencapai 60% (BSH 45% dan BSB 15%). Meskipun target 75% belum tercapai sesuai Tampubolon (2014), peningkatan ini membuktikan bahwa penerapan permainan Engklek efektif mengembangkan kemampuan motorik kasar anak. Secara teoretis, hasil ini selaras dengan pandangan Vygotsky bahwa permainan simbolik membantu anak mengelola diri sendiri dan membangun keterampilan sosial yang matang.