Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan dan efektivitas permainan tradisional Engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak Kelompok B RA Abdul Halim. Pentingnya studi ini didasarkan pada kebutuhan anak usia dini untuk memiliki kemampuan motorik kasar yang kuat melalui pembelajaran berbasis bermain dan aktivitas fisik. Permainan Engklek dipilih karena menuntut anak untuk melatih melompat, menyeimbangkan tubuh, dan koordinasi gerak yang secara implisit melibatkan pola berpikir logis dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 12 anak Kelompok B RA Abdul Halim. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Pada pra-siklus, mayoritas anak berada di kategori Belum Berkembang (BB) 16,7% dan Mulai Berkembang (MB) 50%. Setelah pelaksanaan tindakan hingga Siklus II, kemampuan anak meningkat tajam dengan ketuntasan mencapai 60% (BSH 45% dan BSB 15%). Meskipun target 75% belum tercapai sesuai Tampubolon (2014), peningkatan ini membuktikan bahwa penerapan permainan Engklek efektif mengembangkan kemampuan motorik kasar anak. Secara teoretis, hasil ini selaras dengan pandangan Vygotsky bahwa permainan simbolik membantu anak mengelola diri sendiri dan membangun keterampilan sosial yang matang.
Copyrights © 2025