Nisa Afifah
Universitas Airlangga Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Prinsip Fiqh Jinayah dalam Konstruksi KUHP Nasional: Analisis Ius Constitutum dan Ius Constituendum Nisa Afifah; Akbar Siti Erlina
Jurnal Al-Jina'i Al-Islami Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Al-Jinai'Al-Islami (December)
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaa.v3i1.2947

Abstract

Pembentukan hukum pidana nasional Indonesia hingga kini masih dipengaruhi oleh warisan hukum kolonial yang berorientasi sekuler dan retributif, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan nilai religius, moral, dan keadilan substantif sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam masyarakat Indonesia yang religius dan plural, hukum pidana Islam sebagai salah satu sumber nilai hukum nasional kerap diposisikan secara terbatas dan fragmentaris, meskipun memiliki landasan filosofis, sosiologis, dan historis yang kuat. Seiring disahkannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional Tahun 2023, muncul kebutuhan untuk mengkaji secara kritis peluang dan arah integrasi nilai-nilai hukum pidana Islam dalam pembaruan hukum pidana nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi hukum pidana Islam dalam ius constitutum Indonesia, menelaah arah pembentukan hukum pidana nasional dalam perspektif ius constituendum, serta merumuskan model integrasi prinsip hukum pidana Islam dalam KUHP Nasional 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menitikberatkan pada analisis doktrinal melalui penelaahan sistematis terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, konseptual, filosofis, dan komparatif untuk menguji koherensi norma, konstruksi nilai, serta relevansi dan batas integrasi prinsip hukum pidana Islam dalam sistem hukum nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Nasional 2023 merefleksikan pergeseran paradigma menuju sistem hukum pidana yang lebih moral, humanis, dan berkeadilan sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model integrasi hukum pidana Islam yang substantif, konstitusional, dan inklusif, sehingga berkontribusi pada penguatan identitas nasional tanpa mengancam pluralitas masyarakat Indonesia.
Implementasi Pembiayaan Muḍārabah pada Bank Syariah di Indonesia: Kajian Rukun, Syarat, dan Manfaatnya Nisa Afifah; Mohammad Fajar At Toriq; Nailatul Muhajiroh; Ariij Salsabil Alamsyah; Fahmi Makraja
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 4 No. 2 (2025): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v4i2.53011

Abstract

 This study examines the implementation of muḍārabah financing in Indonesian Islamic banks by analyzing its pillars, legal requirements, operational mechanisms, and its economic, social, and Sharia-related benefits. The research is motivated by the growing demand for interest-free financing in Indonesia, particularly among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) that dominate the national economic structure yet face limited access to conventional capital systems. A qualitative library research method was employed, drawing on fiqh mu’āmalah literature, DSN-MUI fatwas, Islamic banking regulations, and financial institution reports. The analysis combines descriptive and normative approaches to assess the compatibility of muḍārabah principles with contemporary banking practices. The findings indicate that the pillars and conditions of muḍārabah comprising contracting parties, capital and business objects, and contractual agreement have been systematically applied by Islamic banks such as BSI, BRI Syariah, and BNI Syariah. Implementation includes assessment of feasibility, determination of profit-sharing ratios, continuous monitoring, and periodic evaluation. Muḍārabah significantly contributes to MSME empowerment, business expansion, and poverty reduction through equitable profit-sharing mechanisms. Socially, muḍārabah fosters cooperative relationships, transparency, and ethical business conduct. From the perspective of maqāṣid sharia, it aligns with the objectives of preserving wealth (ḥifẓ al-māl), protecting religious values (ḥifẓ al-dīn), and preventing society from falling into exploitative interest-based transactions. In conclusion, muḍārabah financing plays a strategic role within Islamic finance as an instrument that not only upholds Sharia principles but also produces substantial benefits for community welfare and real-sector development.