Suwarni Suwarni
Universitas Tadulako

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA PANTAI MANUI DI DESA MEMBUKE KECAMATAN POSO PESISIR UTARA KABUPATEN POSO Arifuddin Abd Muis; Suwarni Suwarni; Abdul Hamid
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36123

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata Pantai Manui di Desa Membuke, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, dengan menggunakan pendekatan Theory of Change (ToC). Pendekatan ini digunakan untuk menilai sejauh mana keterlibatan masyarakat mampu mendorong perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri atas pemerintah desa, masyarakat lokal, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat tergolong tinggi pada empat tahapan utama pengelolaan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan pengawasan. Partisipasi tersebut menghasilkan dampak sosial berupa meningkatnya kerja sama dan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan; dampak ekonomi berupa terbukanya peluang usaha seperti warung makan dan penjualan hasil laut; serta dampak lingkungan berupa meningkatnya upaya pelestarian kawasan pantai melalui kegiatan gotong royong. Berdasarkan analisis Theory of Change, partisipasi masyarakat berkontribusi dalam mewujudkan pengelolaan wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan pariwisata desa serta pelatihan manajemen wisata diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan wisata Pantai Manui.  Abstract: This study aims to analyze the form and level of community participation in the management of Manui Beach tourism in Membuke Village, Poso Pesisir Utara District, Poso Regency, using the Theory of Change (ToC) approach. This approach is used to assess the extent to which community involvement can drive social, economic, and environmental change in the tourism area. This study employed a descriptive qualitative method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Sixteen informants participated in the study, consisting of village officials, local residents, and tourists. The results indicate a high level of community participation in the four main stages of management: planning, implementation, utilization of results, and monitoring. This participation has resulted in social impacts in the form of increased cooperation and collective awareness in maintaining environmental cleanliness; economic impacts in the form of business opportunities such as food stalls and seafood sales; and environmental impacts in the form of increased coastal conservation efforts through mutual cooperation activities. Based on the Theory of Change analysis, community participation contributes to achieving independent and sustainable tourism management. Therefore, strengthening village tourism institutions and providing tourism management training are needed to support the sustainable management of Manui Beach tourism.  
KONSERVASI LINGKUNGAN EKOWISATA TAMAN ANGGREK DI DESA BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO Fadilah Lamangkona; Haslita Rahmawati Hasan; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36097

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara-cara menjaga lingkungan di Taman Anggrek Bancea yang terletak di Desa Bancea, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Peneliti juga ingin melihat peran yang dimainkan oleh masyarakat setempat dan pihak pengelola dalam menjaga kelestarian taman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pengelola, warga, dan pemerintah desa, serta mencatat informasi di lapangan.Taman Anggrek Bancea memiliki kemungkinan besar menjadi tempat penting untuk mengawetkan flora, terutama jenis anggrek yang hanya terdapat di daerah ini seperti Vanda celebica dan Grammatophyllum stapeliiflorum. Namun, kondisi taman yang tidak terawat, turunnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan fasilitas dan dana menyebabkan upaya konservasi belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan konservasi masih dilakukan secara sederhana dan tidak rutin. Upaya yang dilakukan meliputi menjaga habitat alami, menanam tanaman asli, melakukan budidaya anggrek sendiri, serta kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan taman. Meski begitu, kurangnya pengawasan, lemahnya aturan, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan menjadi hambatan utama. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, diperlukan strategi yang terpadu, seperti meningkatkan pendidikan lingkungan, memperkuat kelompok wisatawan yang peduli lingkungan (Pokdarwis), serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas serta program pelatihan konservasi. Dengan manajemen yang baik, Taman Anggrek Bancea bisa menjadi contoh ekowisata yang berbasis konservasi, tidak hanya melestarikan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat.  Abstract:This study aims to understand environmental conservation practices in the Bancea Orchid Garden, located in Bancea Village, South Pamona District, Poso Regency. The study also examines the roles played by the local community and management in preserving the garden. Bancea Orchid Garden has the potential to become an important site for preserving flora, particularly orchid species unique to the area, such as Vanda celebica and Grammatophyllum stapeliiflorum. However, the garden's unkempt condition, declining community participation, and limited facilities and funding have prevented conservation efforts from proceeding effectively. This study employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were obtained through direct observation, interviews with managers, residents, and the village government, and field notes. The results indicate that conservation activities are still carried out simply and irregularly. These efforts include maintaining the natural habitat, planting native plants, cultivating orchids, and working together to maintain the garden's cleanliness. However, lack of supervision, weak regulations, and low public awareness of the environment remain major obstacles. Toimprove this situation, an integrated strategy is needed, such as improving environmental education, strengthening environmentally conscious tourist groups (Pokdarwis), and securing support from local governments in providing facilities and conservation training programs. With proper management, Bancea Orchid Garden could become an example of conservation-based ecotourism, not only preserving biodiversity but also improving the well-being of local residents.