Risma Fadhilla Arsy
Universitas Tadulako

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SMA NEGERI 10 SIGI Abdul Farid; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni; Widyastuti Widyastuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36424

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana gempa bumi di SMA Negeri 10 Sigi dengan menggunakan aspek-aspek seperti pengetahuan mitigasi, perancanaa penanggulangan bencana, penguranggan risiko bencana, dan peringatan bencana. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 285 siswa. Jumlah sampel dalam peneltian ini adalah 58 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Aspek persentase tentang pengatahuan mitigasi bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 76% dengan kriteria siap. Persentase aspek perencanaan penaggulangan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 88% dengan kriteria sangat siap. Persentase aspek pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 82% dengan kriteria siap. Persentase aspek peringatan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 85% dengan kriteria sangat siap.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa tentang mitigasi bencana gempa bumi di SMA Negeri 10 Sigi menggunakan aspek-aspek seperti pengetahuan mitigasi, perencanaan manajemen bencana, pengurangan risiko bencana, dan peringatan bencana. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 285 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 58 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan September, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Persentase aspek pengetahuan mitigasi bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 76% dengan kriteria siap. Persentase aspek perencanaan manajemen bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 88% dengan kriteria sangat siap. Persentase aspek pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 82% dengan kriteria siap. Persentase aspek peringatan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 85% dengan kriteria sangat siap. 
KONSERVASI LINGKUNGAN EKOWISATA TAMAN ANGGREK DI DESA BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO Fadilah Lamangkona; Haslita Rahmawati Hasan; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36097

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara-cara menjaga lingkungan di Taman Anggrek Bancea yang terletak di Desa Bancea, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Peneliti juga ingin melihat peran yang dimainkan oleh masyarakat setempat dan pihak pengelola dalam menjaga kelestarian taman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pengelola, warga, dan pemerintah desa, serta mencatat informasi di lapangan.Taman Anggrek Bancea memiliki kemungkinan besar menjadi tempat penting untuk mengawetkan flora, terutama jenis anggrek yang hanya terdapat di daerah ini seperti Vanda celebica dan Grammatophyllum stapeliiflorum. Namun, kondisi taman yang tidak terawat, turunnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan fasilitas dan dana menyebabkan upaya konservasi belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan konservasi masih dilakukan secara sederhana dan tidak rutin. Upaya yang dilakukan meliputi menjaga habitat alami, menanam tanaman asli, melakukan budidaya anggrek sendiri, serta kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan taman. Meski begitu, kurangnya pengawasan, lemahnya aturan, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan menjadi hambatan utama. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, diperlukan strategi yang terpadu, seperti meningkatkan pendidikan lingkungan, memperkuat kelompok wisatawan yang peduli lingkungan (Pokdarwis), serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas serta program pelatihan konservasi. Dengan manajemen yang baik, Taman Anggrek Bancea bisa menjadi contoh ekowisata yang berbasis konservasi, tidak hanya melestarikan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat.  Abstract:This study aims to understand environmental conservation practices in the Bancea Orchid Garden, located in Bancea Village, South Pamona District, Poso Regency. The study also examines the roles played by the local community and management in preserving the garden. Bancea Orchid Garden has the potential to become an important site for preserving flora, particularly orchid species unique to the area, such as Vanda celebica and Grammatophyllum stapeliiflorum. However, the garden's unkempt condition, declining community participation, and limited facilities and funding have prevented conservation efforts from proceeding effectively. This study employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were obtained through direct observation, interviews with managers, residents, and the village government, and field notes. The results indicate that conservation activities are still carried out simply and irregularly. These efforts include maintaining the natural habitat, planting native plants, cultivating orchids, and working together to maintain the garden's cleanliness. However, lack of supervision, weak regulations, and low public awareness of the environment remain major obstacles. Toimprove this situation, an integrated strategy is needed, such as improving environmental education, strengthening environmentally conscious tourist groups (Pokdarwis), and securing support from local governments in providing facilities and conservation training programs. With proper management, Bancea Orchid Garden could become an example of conservation-based ecotourism, not only preserving biodiversity but also improving the well-being of local residents. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IIS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 10 SIGI Sarah Patara; Nurvita Nurvita; Risma Fadhilla Arsy; Amalia Novarita
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): VOLUME 10 NUMBER 1 JANUARY 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v10i1.6306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IIS pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 10 Sigi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 65 siswa yang terdiri dari kelas X IIS sebanyak 34 orang dan kelas X IIS 2 sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan persentase rata-rata keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa dari pertemuan I sampai dengan pertemuan III sebesar 100% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis (Independent sample t test) menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol 69,53 sedangkan pada kelas eksperimen yaitu sebesar 81,42 dengan nilai signifikan (sig) (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IIS pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 10 Sigi.
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 10 SIGI fira wa ti; Risma Fadhilla Arsy; Rahmawati Rahmawati; Suwarni Suwarni
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 10, No 2 (2025): VOLUME 10 NUMBER 2 MEI 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v10i2.6672

Abstract

Indonesia, yang terdiri dari banyak pulau, sangat rentan terhadap perubahan iklim. Peristiwa alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, kekeringan, dan lainnya adalah akibat dari perubahan iklim. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh media video animasi terhadap kesiapsiagaan Bencana banjir pada siswa kelas XI SMA Negeri 10 Sigi . Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Pre –eksperimental one group pretest dan posttest, dengan teknik pengambilan sampel dengan sampling jenuh , sampel dalam penilitian ini adalah siswa kelas XI ips SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 36 orang dari satu kelas dengan menggunakan analisis regresi dengan uji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana, uji T, dan uji determinasi R-square.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum diberikan media video animasi tingkat kesiapsiagaan siswa masuk pada kategori “Kurang siap” dengan persentase (52,7%) ,kemudian setelah diberikan media video animasi tingkat kesiapsiagaan siswa masuk dalam kategori “Siap” dengan persentase (77,6%) . Nilai signifikansi regresi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media video animasi terhadap kesiapsiagaan bencana banjir pada siswa kelas XI SMA Negeri 10 Sigi   
MENINGKATKAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS Xl SMAN 6 PALU Agustina Allobunga; Haslita Rahmawati Hasan; Khairurraziq Khairurraziq; Risma Fadhilla Arsy
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.33047

Abstract

Abstrak: Isu lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia seperti pencemaran, kerusakan habitat, dan perubahan iklim, yang menunjukkan bahwa generasi muda perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang tinggi terhadap lingkungan. Observasi awal di SMA Negeri 6 Palu menunjukkan rendahnya pengetahuan siswa mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat dari perilaku siswa yang membuang sampah sembarangan dan siswa sering membeli makanan dan minuman di kantin sekolah yang menggunakan wadah sekali pakai, seperti sampah plastik, styrofoam, dan botol plastik. Permasalahan ini mendorong perlunya peningkatan pengetahuan lingkungan di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa melalui implementasi pendidikan lingkungan hidup di kelas XI SMA Negeri 6 Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 62 siswa yang terbagi menjasi dua kelompok ySaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran outdoor study dan kelas kontrol yang menggunakan metode classroom learning. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen meningkat signifikan dari 46 menjadi 87, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 52 menjadi 74. Uji t menunjukkan nilai signifikasi (p-value) 0,000 yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan lingkungan yang signifikan pada kelas eksperimen. Sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis outdoor study atau pengalaman di luar ruangan lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong sekolah lain untuk menerapkan metode outdoor study dalam implementasi pendidikan lingkungan hidup sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.  Abstract:  Environmental issues that are increasingly pressing in Indonesia such as pollution, habitat destruction, and climate change, which indicate that the younger generation needs to have high awareness and knowledge of the environment. Initial observations at SMA Negeri 6 Palu showed that students' low knowledge of environmental management can be seen from the behavior of students who litter and students often buy food and drinks in the school canteen that use disposable containers, such as plastic waste, styrofoam, and plastic bottles. These problems encourage the need to increase environmental knowledge among students. This study aims to improve students' environmental knowledge through the implementation of environmental education in class XI of SMA Negeri 6 Palu. The research method used was quasi-experiment with nonequivalent control group design. The sample in this study consisted of 62 students who were divided into two groups, namely the experimental class that applied outdoor study learning and the control class that used classroom learning method. Data was collected through pre-test and post-test to measure the increase in students' environmental knowledge. The results showed that the average post-test score of the experimental class increased significantly from 46 to 87, while the control class only increased from 52 to 74. The t-test showed a significance value (p-value) of 0.000 which means there was a significant increase in environmental knowledge in the experimental class. So this study concluded that the outdoor study-based learning method is more effective in increasing students' environmental knowledge. It is hoped that the results of this study can encourage other schools to apply the outdoor study method in the implementation of environmental education so as to create a generation that is more caring and responsible for environmental sustainability.