Yossi Aliya Ariviani
Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tradisi Sadranan sebagai Ekspresi Folklor dan Identitas Budaya Masyarakat Desa Kalisari Yossi Aliya Ariviani; Rosita Sofyaningrum
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the form, implementation, values of local wisdom, and efforts to preserve the Sadranan tradition in Kalisari Village, Rowokele District, Kebumen Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with a folklore study based on Alan Dundes' theory. Data were obtained through observation, in-depth interviews with village heads, hamlet heads, traditional leaders, and community members, as well as documentation of Sadranan activities. The results of the study indicate that the Sadranan tradition in Kalisari Village is a folklore that is still practiced in society, encompassing oral, partly oral, and non-verbal folklore. The implementation of this tradition includes communal prayer, tahlil (religious remembrance), pilgrimage, kenduri (celebration), and communal eating as a form of respect for ancestors and an expression of gratitude to God Almighty. The values of local wisdom contained in the Sadranan tradition include religious values, togetherness, mutual cooperation, social solidarity, respect for ancestors, and preservation of tradition. Efforts to preserve the tradition are carried out through hereditary inheritance, active involvement of the community across generations, and the role of village officials in organizing activities. Even though there are changes in the form of implementation due to developments in people's lifestyles, the essence and socio-cultural function of the Sadranan tradition remains intact.. Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan bentuk, pelaksanaan, nilai-nilai kearifan lokal, serta upaya pelestarian tradisi Sadranan di Desa Kalisari, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian folklor berdasarkan teori Alan Dundes. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala desa, kepala dusun, tokoh adat, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan Sadranan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sadranan di Desa Kalisari merupakan folklor yang masih dipraktikkan dalam masyakarat yang mencakup folklor lisan, sebagian lisan, dan nonlisan. Pelaksanaan tradisi ini meliputi doa bersama, tahlil, ziarah, kenduri, dan makan bersama sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Sadranan meliputi nilai religius, kebersamaan, gotong royong, solidaritas sosial, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian tradisi. Upaya pelestarian tradisi dilakukan melalui pewarisan turun-temurun, keterlibatan aktif masyarakat lintas generasi, serta peran perangkat desa dalam pengorganisasian kegiatan. Meskipun terdapat perubahan dalam bentuk pelaksanaan akibat perkembangan gaya hidup masyarakat, esensi dan fungsi sosial-budaya tradisi Sadranan tetap terjaga