Smoking behavior among adolescent girls is an increasingly prevalent phenomenon influenced not only by environmental factors but also by psychosocial dynamics and the process of identity formation. This study aims to explore the meaning of smoking behavior among adolescent girls from a psychological perspective within Erikson’s developmental framework of identity versus role confusion. Using a qualitative phenomenological approach, the study involved four female participants aged 16–19 years who were active smokers in Malang City. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that smoking is perceived as a form of identity exploration, a coping mechanism for emotional pressure, an effort to gain social acceptance, and an expression of autonomy, while also reflecting conflicts between societal values and peer group norms. This study is expected to provide an in-depth understanding of the psychological dynamics and value conflicts experienced by adolescent girls, thereby contributing to the development of more targeted mental health interventions. A limitation of this study is the small number of participants, which limits the representation of diverse backgrounds among adolescent girls. Therefore, future research is recommended to involve more diverse samples to enrich the understanding of this phenomenon. AbstrakPerilaku merokok pada remaja perempuan merupakan fenomena yang semakin meningkat dan dipengaruhi tidak hanya oleh faktor lingkungan, tetapi juga oleh dinamika psikososial serta proses pencarian identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna perilaku merokok pada remaja perempuan dari perspektif psikologis dalam konteks teori perkembangan Erikson tahap identitas vs kebingungan peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan empat partisipan perempuan berusia 16–19 tahun yang merupakan perokok aktif di Kota Malang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merokok dimaknai sebagai bentuk pencarian jati diri, mekanisme koping terhadap tekanan emosional, upaya untuk diterima dalam lingkungan sosial, serta ekspresi kemandirian dan juga konflik antara nilai sosial masyarakat dan norma kelompok sebaya. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika psikologis dan konflik antara nilai masyarakat dengan norma kelompok sebaya yang dialami remaja perempuan, sehingga dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi kesehatan mental yang lebih tepat sasaran. Batasan penelitian ini terletak pada jumlah partisipan yang terbatas sehingga belum merepresentasikan keragaman latar belakang remaja perempuan secara luas. Oleh karena itu, direkomendasikan bagi penelitian selanjutnya untuk melibatkan subjek yang lebih beragam untuk memperkaya pemahaman fenomena ini.