Pengelolaan arsip inaktif merupakan bagian penting dalam mendukung efektivitas administrasi dan kualitas layanan kearsipan pada instansi pemerintahan. Permasalahan yang sering dihadapi dalam pengelolaan arsip inaktif adalah lamanya waktu temu kembali arsip akibat sistem pencatatan yang belum terintegrasi secara optimal antara arsip fisik dan data digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Quick Response Code (QR Code) sebagai sarana temu kembali arsip inaktif di Depot Arsip Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QR Code yang terintegrasi dengan Google Spreadsheets mampu mempercepat waktu temu kembali arsip dari beberapa menit menjadi hitungan detik serta meningkatkan kualitas layanan temu kembali arsip, khususnya pada dimensi responsiveness, reliability, dan tangibles. Penerapan QR Code juga mempermudah petugas dalam mengidentifikasi lokasi arsip secara lebih akurat dan sistematis. Penelitian ini merekomendasikan penerapan QR Code sebagai solusi praktis dan efektif dalam mendukung pengelolaan arsip inaktif di lingkungan instansi pemerintahan.Kata Kunci: Arsip inaktif, Temu kembali arsip, QR Code, Layanan kearsipan, Google Spreadsheets.