Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung pengaruh kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja terhadap kinerja lembaga yang dimediasi oleh pengembangan diri. Populasi penelitian ini berjumlah 532 orang guru teknik pengambilan sampel accidental sampling sehingga dibutuhkan rumus Slovin untuk menghitung sampel tersebut, maka sampel yang digunakan untuk penelitian ini 228 orang guru. Teknik pengumpulan data kuesioner dan analisa data mengunakan PLS-SEM dengan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian secara langsung kepemimpinan transformasional, perilaku kerja dan pengembangan diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja lembaga pendidikan formal. Kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan diri guru. Hasil pengujian tidak langsung ditemukan kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh terhadap kinerja lembaga pendidikan formal yang dimediasi oleh pengembangan diri. Etos kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja lembaga pendidikan formal dimediasi pengembangan diri. Hasil uji R-square (R2) 0,690, artinya kinerja lembaga pendidikan formal dapat dijelaskan kepemimpinan transformasional, perilaku kerja sebesar 69% (sedang). R-square sebesar 0,479, artinya pengembangan diri dapat dijelaskan kepemimpinan transformasional, perilaku kerja sebesar 47,9% (lemah). Implikasi dari penelitian ini adalah kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja dan pengembangan diri penting diperhatikan pada lembaga pendidikan formal di Kabupaten Padang Pariaman karena dapat meningkatnya kinerja. Untuk meningkatkan kinerja tersebut ke arah yang lebih baik kepa sekolah perlu meningkatkan komunikasi dua arah, penerapan disiplin yang konsisten, dan pemetaan kebutuhan para guru supaya kemampuannya meningkat dalam proses belajar mengajar sehingga kinerja lembaga pendidikan formal meningkat. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Perilaku Kerja, Pengembangan Diri, Kinerja Lembaga Pendidikan Formal.