Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Peresepan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Kehamilan Oktaviany Irma Wiputri; Inayatun Fajarizky; Dwi Handayani; Fuad Muzakky; Karima Samlan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1000

Abstract

Infeksi pada kehamilan merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi baik bagi ibu maupun janin, sehingga penggunaan antibiotik yang rasional dan aman menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien infeksi kehamilan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya selama periode Januari hingga Desember 2024. Desain penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh melalui telaah rekam medis dengan teknik purposive sampling terhadap 82 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia 20–30 tahun (70%) dan usia kehamilan trimester kedua (46%). Jenis infeksi terbanyak adalah infeksi saluran kemih (55%), diikuti vaginosis bacterialis (28%) dan influenza (16%). Antibiotik yang paling sering diresepkan adalah amoksisilin (30%), cefixime (25%), dan metronidazol (25%) dengan durasi terapi terbanyak selama 7 hari (68%). Secara hematologis, seluruh pasien (100%) mengalami leukositosis, 4% mengalami anemia, dan 3% mengalami trombositopenia. Sebagian besar pasien tercatat sebagai peserta BPJS (73%), dengan perbedaan jumlah dan jenis antibiotik dibanding pasien umum, termasuk bentuk sediaan generik dan paten. Meskipun sebagian besar antibiotik yang digunakan sesuai dengan pedoman terapi kehamilan, masih ditemukan penggunaan antibiotik kategori Watch yang sebaiknya diawasi. Oleh karena itu, diperlukan pedoman spesifik untuk terapi antibiotik pada ibu hamil serta evaluasi terhadap kesetaraan pelayanan kefarmasian, guna menjamin penggunaan antibiotik yang rasional, aman, dan merata bagi seluruh pasien.
Profil Perencanaan dan Pengadaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya Menggunakan Analisis ABC-VEN Karima Samlan; Selly Nita Noni Amanda; Rachma Dessidianti; Fuad Muzakky; Ria Hanistya; Widiyanti Afifah; Eka Amalia Suciati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/smt59n40

Abstract

Instalasi farmasi rumah sakit mempunyai peranan yang sangat penting untuk melakukan pengelolaan obat terkait perencanaan obat serta pengadaan obat oleh karena itu diperlukan metode yang tepat agar terjamin ketersediaan obat saat dibutuhkan, salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode ABC-VEN. Analisis ABC yaitu mengklasifikasikan kategori persediaan menjadi tiga kategori yaitu A (Fast Moving), B (Moderate Moving), dan C (Slow Moving). Analisis VEN menentukan prioritas V (Vital) harus tersedia, E (Essential) perlu tersedia, N (Nonessential) bukan prioritas. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental menggunakan analisis deskriptif, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan data kuantitatif dan kualitatif, data diperoleh dari pemakaian obat periode bulan Januari sampai Desember 2023. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan pada analisis ABC dimana 52 item merupakan kelompok A (70%), 77 item merupakan kelompok B (20%), 675 item merupakan kelompok C (10%). Analisis VEN dari 64 item merupakan kelompok V (8,07%), 551 item merupakan kelompok E (68,45%), 188 item merupakan kelompok N (23,48%). Perencanaan serta pengadaan obat yang sudah dilakukan di logistik obat Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya berdasarkan hasil observasi serta wawancara yang telah dilakukan terdapat beberapa kendala dalam prosesnya namun dapat diselesaikan dengan mudah sehingga perencanaan dan pengadaan yang dilakukan sudah cukup efektif serta efisien.