Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memotret Eksklusi Sosial dan Ketidakadilan Gender di Kampung Janda Sidorejo Kabupaten Bojonegoro Vaqis Izzatul Abida; Melodi Adinda Mustika Damai; Anissa Dwi Khasanah; Rianda Usmi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1097

Abstract

Bojonegoro merupakan salah satu kota dengan tingkat perceraian tertinggi di Provinsi Jawa Timur, yang mana tingkat perceraian sepanjang tahun 2021 mencapai 2.549 kasus, pada tahun 2022 sebanyak 2.267 kasus, dan pada tahun 2023 mencapai 2.691 kasus. Dari banyaknya kasus perceraian ini muncul fenomena stigmatisasi terhadap Bojonegoro sebagai “Kota Seribu Janda.” Dalam konteks inilah, Desa Sidorejo menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak stigmatisasi tersebut dan secara spesifik dilabeli sebagai “Kampung Janda.” Penelitian ini penting untuk dilakukan karena label “Kampung Janda” telah menunjukkan adanya interseksionalitas antara gender dan status sosial. Di samping itu fenomena banyaknya perempuan dengan status janda memunculkan berbagai ketidakadilan gender. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk eksklusi sosial masyarakat terhadap keberadaan perempuan dengan status janda di Desa Sidorejo Kabupaten Bojonegoro, serta menganalisis bentuk-bentuk ketidakadilan gender di Desa Sidorejo yang dilabeli “Kampung Janda.” Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya bentuk-eksklusi sosial yakni diskriminasi struktural dalam akses bantuan sosial, marjinalisasi dan self-exclusion akibat stigma sosial, kemerosotan kepercayaan sosial dan hambatan ekonomi, dan marginalisasi tempat kerja. Terdapat bentuk-bentuk ketidakadilan gender yakni terdapat pelecehan verbal berupa Catcalling.