Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Kelompok Tani Hutan Gintung Anita Nurfida; Griselda Happy Ramadhani; Atfal Murodif; Muhammad Kusni Fahrizal
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1123

Abstract

Industri tempe di Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, menghasilkan limbah cair yang belum diolah dan langsung dibuang ke lingkungan, yang dapat mencemari kualitas air dan lingkungan sekitar. Meskipun Kelompok Tani Hutan Gintung (KTH Gintung) memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan, mereka belum memiliki pengetahuan tentang cara mengolah limbah cair tersebut secara tepat. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini bertujuan memberikan pelatihan tentang pengolahan limbah cair tempe menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui sosialisasi, praktik, dan evaluasi. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 36,14%, mencerminkan keberhasilan pelatihan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan untuk mengurangi pencemaran dan meningkatkan kesuburan tanah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Penilaian Daur Hidup Pengolahan Air Bersih: Studi Kasus Industri CPO PT X Reko Rinaldo; Megawati Bohari; Griselda Happy Ramadhani
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.658

Abstract

Unit proses pengolahan air bersih merupakan proses yang penting di industri kelapa sawit untuk kelangsungan kegiatan operasionalnya. Penggunaan air bersih dalam industri kelapa sawit ini relatif besar dan meningkat seiring pertambahan jumlah kebutuhannya. Proses pengolahan air bersih dimulai pengambilan air dari sungai, pengolahan air, sampai menjadi air yang siap digunakan berpotensi menimbulkan adanya emisi yang memberikan dampak ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi besaran emisi dampak lingkungan yang dihasilkan serta merumuskan alternatif perbaikan proses sebagai upaya terhadap pengurangan emisi tersebut. Metode yang diterapkan dalam analisis dampak lingkungan adalah Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan ruang lingkup gate-to-gate, hanya mencakup proses pengolahan air bersih. Kategori dampak emisi yang dianalisis dalam penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak SimaPro dengan metode CML-IA baseline, mencakup kategori Global Warming Potential (GWP), asidifikasi, dan eutrofikasi. Studi kasus dilakukan di industri kelapa sawit PT X Bengkulu, industri ini berkapasitas olah 30 ton per jam. Berdasarkan hasil penelitian, setiap produksi 1 Ton crude palm oil (CPO) menghasilkan dampak terhadap lingkungan berupa emisi global warming potential (GWP) sebesar 46,8 kgCO2eq, potensi asidifikasi sebesar 0,331 kgSO2eq, dan eutrofikasi sebesar 0,042 kgPO43-eq. Pemakaian listrik dan aluminium sulfat merupakan kontributor (hotspot) tertinggi terhadap emisi yang dihasilkan. Upaya pengurangan dampak lingkungan yang dapat diterapkan adalah melalui substitusi pemakaian bahan kimia aluminium sulfat dengan PAC untuk proses penjernihan air.
Penerapan Model Learning Cycle Dalam Pembelajaran Biologi Pada Praktik Composting Di Sma 1 Cawang Baru Jakarta Griselda Happy Ramadhani; Ninta Sri Ulina; Efri Yulistika; Nabila Rachma Yustina; Meiliana Wahyu Nurmaulidah
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.987

Abstract

SMA 1 Cawang Baru berupaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran biologi. Namun, masih menghadapi tantangan berupa rendahnya minat belajar siswa, dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang monoton karena pembelajaran yang lebih berbasis ceramah cenderung membuat siswa pasif dan kurang terlibat aktif. Data menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran materi IPA berada pada tingkat sedang (63,11%). Menyikapi kondisi ini, SMA 1 Cawang Baru berencana untuk mengembangkan pembelajaran biologi melalui pendekatan Learning Cycle yang lebih interaktif, serta penerapan praktik pembelajaran yang menarik dan relevan. Program yang dirancang adalah praktik pengomposan, di mana siswa terlibat langsung dalam proses pembuatan kompos dan dapat memantau serta menganalisis hasil akhir kompos. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas siswa dan administrator sekolah dalam menerapkan model Learning Cycle dalam pembelajaran Biologi. Hasil dari penerapan metode Learning Cycle menunjukkan bahwa pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik lapangan dapat menjadi strategi efektif dalam mengatasi masalah rendahnya minat belajar siswa. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi dalam membentuk kesadaran ekologis dan wawasan keberlanjutan lingkungan.