Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Creative Thinking dalam Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Yorman
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 8 (2025): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Agustus 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v3i8.1685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi creative thinking dalam kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yaitu menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Tahap kuantitatif dilakukan melalui penyebaran angket berbasis skala Likert kepada 200 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan berbasis OBE, serta tes kompetensi yang menekankan pada kemampuan berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan inovasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi, dan regresi linier untuk mengidentifikasi hubungan antara integrasi creative thinking dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Tahap kualitatif dilaksanakan melalui wawancara mendalam terhadap 10 dosen dan 20 mahasiswa serta analisis dokumen kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hasil wawancara dianalisis dengan thematic analysis untuk memperdalam pemahaman mengenai strategi, tantangan, dan peluang dalam mengintegrasikan creative thinking ke dalam kurikulum OBE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara integrasi creative thinking dan kompetensi mahasiswa, khususnya pada aspek problem solving, inovasi, dan kolaborasi kreatif. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis proyek, asesmen autentik, dan kolaborasi lintas disiplin menjadi faktor utama dalam mendorong perkembangan creative thinking. Integrasi creative thinking dalam kurikulum berbasis OBE berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, menjadikan mereka lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era Society 5.0. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembang kurikulum dan dosen untuk secara sistematis mengintegrasikan creative thinking ke dalam setiap tahapan pembelajaran.
Integration of Pancasila Values in Learning to Build Students' Character in the Digital Era Yorman
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, March 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i3.1923

Abstract

This research aims to analyze the integration of Pancasila values in learning and its impact on the formation of student character in the digital era in SMAN and MAN in West Lombok Regency. The research background is based on the increasing challenges of globalization and technological developments that have implications for the moral degradation of students, such as low tolerance, increased bullying, and weak social responsibility. This study uses a qualitative approach with a case study design through observation, interview, and documentation techniques, and is analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study show that the integration of Pancasila values is carried out through contextual learning, project-based learning, and reflective discussions. This strategy is able to increase student engagement and provide a more meaningful learning experience. The impact can be seen in increasing tolerance, social responsibility, national and state awareness, and students' ability to think critically about social issues. This shows that Pancasila education plays a role in forming character holistically, not only cognitive, but also affective and behavioral aspects. However, implementation still faces obstacles in the form of limited teacher competence, the negative influence of social media, and a lack of environmental support. Therefore, it is necessary to strengthen teacher capacity, digital literacy, and collaboration between schools, families, and the community.