Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resiliensi Reputasi Korporasi: Rekonseptualisasi Media Relations Berbasis AI Dan Narrative Intelligence Pada PT Pertamina (Persero) Riska Rachmawati; Aleta Teethalia Putri Widodo; Pramudya Ibnu Subrata
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3094

Abstract

Implementasi kecerdasan buatan dalam praktik komunikasi korporat saat ini menjadi instrumen krusial dalam menghadapi krisis reputasi di era digital yang volatil. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi strategi media relations pada PT Pertamina (Persero) melalui pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (AI) dan Narrative Intelligence. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-konseptual melalui studi literatur sistematis terhadap perkembangan teknologi komunikasi periode 2024–2026. Data sekunder diekstraksi dari laporan tahunan perusahaan, dokumen kebijakan digital, dan basis data jurnal ilmiah bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Narrative Intelligence secara signifikan mampu mengubah paradigma manajemen krisis dari reaktif menjadi proaktif-prediktif melalui deteksi dini anomali narasi di ruang digital. Selain itu, penggunaan Generative AI ditemukan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi melalui personalisasi hubungan media yang presisi tanpa mengabaikan integritas profesional jurnalis. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa model "Hybrid Media Relations" merupakan fondasi baru dalam manajemen reputasi yang menyeimbangkan kecepatan otomasi teknologi dengan ketajaman intuisi serta akuntabilitas etis manusia. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga kedaulatan informasi perusahaan di tengah ancaman disinformasi dan serangan narasi sintetis..
Optimasi Persediaan Bahan Baku Telur Ayam Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Aletha Teethalia Putri Widodo; Riska Rachmawati; Aditya Alimmaulana Agustian; Maylina Cahyaningtyas; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi persediaan bahan baku telur ayam pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ). Pengelolaan persediaan yang tepat diperlukan karena telur merupakan bahan pangan dengan tingkat penggunaan tinggi, masa simpan terbatas, dan risiko penurunan mutu apabila disimpan dalam jumlah berlebihan. Penelitian dilaksanakan pada salah satu satuan pelayanan MBG di Daerah Istimewa Yogyakarta yang disamarkan sebagai MBG X. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi mengenai kebutuhan tahunan, frekuensi pembelian, biaya pemesanan, serta biaya penyimpanan. Analisis dilakukan dengan menghitung jumlah pemesanan ekonomis, frekuensi pemesanan optimal, Total Inventory Cost (TIC), dan persentase efisiensi biaya. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan telur mencapai 792.000 butir per tahun. Berdasarkan perhitungan EOQ, jumlah pemesanan optimal adalah 62.929 butir setiap pesanan dengan frekuensi 13 kali per tahun. Penerapan metode tersebut menghasilkan TIC sebesar Rp12.585.900, lebih rendah dibandingkan biaya persediaan sebelumnya sebesar Rp15.300.000. Dengan demikian, penghematan yang diperoleh mencapai Rp2.714.100 atau 17,74 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa EOQ mampu menyeimbangkan biaya pemesanan dan penyimpanan, mengurangi frekuensi pengadaan, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan. Penerapannya tetap perlu disertai pengendalian kualitas, kapasitas penyimpanan yang memadai, dan penyesuaian terhadap fluktuasi permintaan agar kontinuitas pelayanan Program MBG tetap terjaga.