Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN PEMASANGAN LARYNGEAL MASK AIRWAY PADA MAHASISWA DIV KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Nurafni G Pakaya; Joko Murdiyanto; Nia Handayani
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.719

Abstract

Pemasangan Laryngeal Mask Airway (LMA) merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh mahasiswa program studi keperawatan anestesiologi, karena berperan penting dalam menjaga jalan nafas pasien selama proses anestesi. Faktor  penyebab keberhasilan pemasangan LMA dalam penanganan jalan nafas yaitu pengetahuan dan keterampilan yang wajib dikuasai mahasiswa anestesiologi agar dapat mencapai posisi ideal saat pemasangan LMA, yang dapat berisiko terhadap keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan pemasangan laryngeal mask airway pada mahasiswa DIV Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 61 responden yang diambil menggunakan Teknik simple random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan pemasangan LMA. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan dari 61 responden memiliki pengetahuan baik 55,7% dan keterampilan terampil 54,1%. Uji korelasi spearman rank didapatkan hasil nilai p-value 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,941 (sangat kuat). Ada hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pemasangan laryngeal mask airway pada mahasiswa DIV Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi institusi Pendidikan untuk meningkatkan pendalaman materi mengenai pemasangan laryngeal mask airway agar mahasiswa lebih siap untuk melakukan tindakan penanganan jalan nafas.
Hubungan Derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) Dengan Tingkat Kesulitan Intubasi Endotracheal Pada Pasien Anestesi Umum Di RSUD Kota Yogyakarta Arfadila YS; Nia Handayani; Gatot Suparmanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.963

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan pernapasan saat tidur yang ditandai dengan obstruksi berulang pada saluran napas atas. Pada pasien yang menjalani anestesi umum, OSA dapat meningkatkan risiko kesulitan intubasi endotrakeal akibat perubahan anatomi dan fisiologi jalan napas. Kesulitan intubasi berisiko menimbulkan komplikasi perioperatif. Oleh karena itu, identifikasi dini derajat OSA penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat OSA dengan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal pada pasien anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 44 pasien yang menjalani anestesi umum dengan teknik intubasi endotrakeal yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) diukur menggunakan kuesioner STOP-BANG, tingkat kesulitan intubasi menggunakan intubation difficulty scale (IDS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) didapatkan sebagian besar pada kategori risiko sedang (61,4%), diikuti kategori tinggi (29,5%) dan rendah (9,1%). Tingkat kesulitan intubasi mayoritas berada pada intubasi sedikit sulit/sedang (50,0%). kategori intubasi mudah (25%) dan intubasi sulit (25%). Sebagian besar responden dengan derajat OSA sedang mengalami intubasi sedikit sulit/sedang (59,3%). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara derajat OSA dan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal (r =0,385; p =0,010). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa derajat OSA berhubungan signifikan dengan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal antara derajat OSA dan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal pada pasien anestesi umum.