Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Resiliensi dan Kualitas Hidup pada Penderita Diabetes Mellitus Dwi Yuniar Ramadhani; Siti Hardiyanti
Adi Husada Nursing Journal Vol 12 No 1 (2026): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v12i1.699

Abstract

Diabetes mellitus is a highly complex health issue. It causes both physical and psychological impairments, thereby hindering resilience and affecting quality of life. This study aims to analyze the relationship between resilience and quality of life in people with diabetes mellitus. The study employed a cross-sectional correlational design with purposive sampling, involving a sample size of 45 participants who met the criteria of being DM patients aged 20–75 years and willing to participate in the study. The Conor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) was used to measure resilience, and the Diabetes Quality of Life (DQOL) questionnaire was used to assess quality of life. The statistical test used was the Pearson Product-Moment correlation. The results showed that the proportion of participants with high quality of life in the high-resilience group was 70.6%, compared to 21.4% in the low-resilience group, with a p-value of 0.03. This indicates a significant relationship between resilience and quality of life. Resilience particularly the self-control component needs to be enhanced as an integral part of nursing care and health education, as it plays a major role in achieving a better quality of life for people with diabetes mellitus.
HUBUNGAN FAKTOR PSIKOLOGIS IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Siti Hardiyanti Munip; Dwi Yuniar Ramadhani
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.1162

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan anak yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan, di mana faktor psikologis ibu berpotensi memengaruhi keberhasilan perilaku pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor psikologis ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Kota Depok. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 272 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Variabel independen adalah faktor psikologis ibu, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pencegahan stunting. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data meliputi analisis univariat secara deskriptif serta analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,1% ibu dengan faktor psikologis baik memiliki perilaku pencegahan stunting positif, sedangkan hanya 60,2% ibu dengan faktor psikologis buruk menunjukkan perilaku pencegahan positif. Uji statistik menghasilkan p-value 0,002 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor psikologis ibu dengan perilaku pencegahan stunting. Nilai OR sebesar 2,359 (IK 95%: 1,379–4,037) menunjukkan bahwa ibu dengan faktor psikologis baik berpeluang 2,3 kali lebih besar melakukan perilaku pencegahan stunting secara positif. Penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan aspek psikologis ibu sebagai bagian dari upaya intervensi pencegahan stunting yang komprehensif.
Intervensi Keperawatan Self Help Group Untuk Meningkatkan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Siti Hardiyanti; Dwi Yuniar Ramadhani; Fonny Veronika Runtulalo
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.667

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas serta mortalitas anak. Salah satu faktor utama penyebab gizi kurang adalah praktik pemberian makan yang tidak tepat, khususnya rendahnya penerapan pemberian makan responsif. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi Self Help Group dalam meningkatkan praktik pemberian makan pada balita serta perilaku gizi ibu Metode: Penelitian ini merupakan literature review terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2020–2024. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data ProQuest, ClinicalKey for Nursing, Sage Journal, ScienceDirect, serta Taylor & Francis menggunakan kata kunci terkait SHG, praktik pemberian makan responsif, nutrisi balita, dan gizi kurang. Dari 6.768 artikel yang teridentifikasi, dilakukan proses seleksi hingga diperoleh 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil: Intervensi SHG terbukti meningkatkan pengetahuan gizi ibu, keberagaman diet anak, praktik pemberian makan responsif, serta perilaku kesehatan keluarga. Meskipun dampak langsung terhadap indikator antropometri belum konsisten, perubahan perilaku makan menjadi fondasi penting dalam pencegahan gizi kurang jangka panjang. Self Help Group merupakan strategi keperawatan komunitas yang efektif dalam meningkatkan praktik pemberian makan dan perilaku gizi ibu balita. Saran: Penguatan intensitas pertemuan, dukungan fasilitator, keterlibatan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor diperlukan agar intervensi SHG dapat memberikan dampak optimal dan berkelanjutan dalam penanggulangan gizi kurang pada balita.