This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Prihatin Oktivasari
Program Studi Teknik Multimedia dan Jaringan, Politeknik Negeri Jakarta, Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kampus Universitas Indonesia Depok 16425

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teknologi Hijau Aquaponik untuk Kemandirian Pangan Masyarakat Pasir Angin Prihatin Oktivasari; Ajeng Bening K; Rosidi Rosidi; Sultan Fajar Pieraldi; Arizal Abdul Mukti; Azrial Dhyas Putratama; Titus Wahyu Nugroho; Fransisca Fransisca; Azhar Azhar
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20853

Abstract

Background: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi hijau berbasis sistem aquaponik sebagai solusi kemandirian pangan di Desa Pasir Angin. Masyarakat Desa Pasir Angin sebagian besar menggantungkan hidup dari usaha ternak ikan-ayam, hidroponik, dan pengembangan maggot, namun sistem budidaya masih berjalan secara terpisah dan belum terintegrasi secara optimal dalam satu ekosistem sirkular. Kebaruan program ini terletak pada integrasi sistem aquaponik dengan model ekonomi sirkular berbasis maggot dan limbah organik lokal, di mana limbah ternak dan sisa pakan dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot, kemudian maggot digunakan sebagai pakan alternatif ikan, sementara limbah cair ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman. Pendekatan ini menciptakan closed-loop green farming system yang lebih efisien, rendah limbah (zero waste concept), serta menekan biaya operasional pakan hingga 30 %. Selain itu, program ini mengadopsi pendekatan community-based smart aquaponic management, yaitu sistem pendampingan berbasis monitoring sederhana (parameter kualitas air, pertumbuhan tanaman, dan produktivitas ikan) yang terdokumentasi secara terstruktur untuk mendukung keberlanjutan operasional. Metode: Metode kegiatan meliputi sosialisasi partisipatif, pelatihan teknis berbasis praktik langsung, pendampingan operasional terintegrasi, serta evaluasi kuantitatif dampak sosial-ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar > 40%, penurunan biaya pakan, serta keberhasilan operasional sistem aquaponik terintegrasi yang mampu menghasilkan sayuran dan ikan untuk kebutuhan rumah tangga maupun peluang usaha mikro berbasis pangan lokal. Kesimpulan: Dengan model integratif dan sirkular ini, teknologi hijau aquaponik tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.