This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Rizky Stighfarrinata
Program Studi Kimia, Universitas Bojonegoro,Jalan Lettu Suyitno no 2,kabupaten Blojonegoro, Indonesia, 62119

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kemandirian dan Daya Saing Petani Cabai melalui Pendekatan Hygienic Design & Digital Bussiness untuk Pengelolaan Pascapanen Ardana Putri Farahdiansari; Meilisa Rusdiana Surya Effendi; Rizky Stighfarrinata
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21304

Abstract

Background: Kabupaten Tuban, Jawa Timur, merupakan salah satu sentra produksi cabai rawit di Indonesia. Namun, potensi ini kerap terhambat oleh fluktuasi harga akibat pola produksi musiman. Saat panen melimpah harga turun drastis, sedangkan saat pasokan terbatas harga melonjak tinggi, sehingga pendapatan petani menjadi tidak stabil. Panjangnya rantai distribusi turut memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif dalam pengelolaan hasil panen cabai rawit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan perekonomian petani melalui penerapan teknologi pengolahan yang efisien. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra, yakni Poktan Sari Tani, dalam setiap tahap kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan hasil panen cabai rawit. Hasil: Kegiatan pendampingan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam mengolah cabai rawit menggunakan Teknologi Tepat Guna DrySter Eco House, dari 10% menjadi 82% melalui praktik langsung. Kesimpulan: Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah cabai menjadi cabai kering dan bubuk menggunakan teknologi DrySter Eco House serta pemasaran digital berbasis e-commerce. Produk yang dihasilkan juga lebih higienis, tahan lama, dan memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan cabai segar.