Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Desa Maju Berbasis Kopi dan Alam di Desa Cibeureum Kabupaten Kuningan Jawa Barat Radin Surya; Alfareda Wanda Musthofa Ramadhani; Putri Wulan Sari; Achmad Riyadi; Muhamad Gian Alfariji; Muhammad Khasbi; Gilang Bahtiar; Novalia Azka; Ajat Sudrajat
Cakrawala Repositori IMWI 38-47
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cibeureum di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan memiliki potensi baik untuk dikembangkan menjadi desa maju yang berbasis komoditas kopi dan wisata alam, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi, mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat, serta menyusun strategi pengembangan desa maju yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dalam dengan 25 informan (kepala desa, petani kopi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan wisatawan), observasi partisipatif, serta studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman serta teknik SWOT untuk merumuskan strategi. Hasil penelitian menunjukkan Desa Cibeureum memiliki potensi unggul berupa perkebunan kopi robusta dan arabika seluas 320 hektare dengan produksi 450 ton per tahun di ketinggian 600 hingga 1.200 mdpl, serta keindahan alam seperti air terjun, pemandangan kebun kopi, dan hutan pinus. Namun, pengembangan desa masih terhambat karena keterbatasan SDM, kualitas produk yang rendah (hanya dijual dalam bentuk kopi hijau dengan harga Rp25.000 hingga Rp55.000/kg), kelembagaan BUMDes yang lemah, serta infrastruktur wisata yang minim dengan jumlah pengunjung hanya sekitar 12.450 orang per tahun. Strategi pengembangan yang direkomendasikan mencakup: (1) memperkuat rantai nilai agribisnis kopi melalui pembangunan pusat pemrosesan kopi dan pengembangan produk beragam; (2) memajukan agrowisata kopi dengan paket wisata edukatif; (3) memperkuat kelembagaan BUMDes dan kelompok wisata; (4) memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan branding; serta (5) melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam model pentahelix. Dengan menerapkan strategi tersebut, diharapkan pendapatan masyarakat bisa meningkat hingga 60–80% dan desa mampu bertransformasi menjadi desa maju dalam waktu 5 tahun. 
Generative Artificial Intelligence and Public Communication Ethics in Students’ Academic Writing Practices Depi Agustina; Malik Rismanto; Radin Surya
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 12 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i12.495

Abstract

The rapid development of generative Artificial Intelligence (AI) has significantly influenced academic practices, particularly in students’ academic writing. This study aims to examine the ethical use of generative AI in students’ academic writing practices in public communication contexts. The research employs a qualitative approach to explore how students utilize AI technologies and how ethical considerations shape their writing behavior. Data were collected through in-depth interviews with 10 key informants and questionnaires distributed to 30 respondents, complemented by direct observations of students who actively use AI tools in their academic writing. The findings reveal that students widely use generative AI to support various stages of the writing process, including idea generation, outlining, language improvement, and content organization. Students perceive AI as a helpful tool that enhances efficiency and productivity in completing academic assignments. However, the study also identifies several ethical concerns, such as the potential overreliance on AI, risks to academic integrity, and the possibility of reduced critical thinking if AI is used without responsible awareness. Furthermore, the results highlight that students with stronger digital literacy and understanding of academic ethics tend to use AI more responsibly, treating it as a supporting tool rather than a replacement for intellectual work. The study emphasizes the importance of establishing ethical guidelines and improving digital literacy in higher education institutions. These efforts are essential to ensure that AI technologies support academic communication while maintaining transparency, originality, and academic integrity in scholarly writing.