Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI SAINS DAN ISLAM: MENGUNGKAP HUKUM KEPLER SEBAGAI BUKTI KETERATURAN ALAM SEMESTA DALAM AL-QUR’AN A. Rivaldi Hasibuan; Cinta Marcella Namira; Fatricya Handayani; Fitria Fadila Haris; Miftahul Jannah; Nazhira Mizilfa; Novita Zuraida; Ramadhan Saleh Lubis
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.6274

Abstract

Keteraturan alam semesta telah lama menjadi objek kajian ilmuwan dan menjadi bukti kebesaran Tuhan dalam berbagai perspektif keagamaan. Dalam sains, Hukum Kepler menjelaskan keteraturan gerak planet dalam tata surya, sementara dalam Islam, Al-Qur'an menyebutkan keteraturan benda langit sebagai bagian dari ketetapan Allah. Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara Hukum Kepler dan ayat-ayat Al-Qur'an untuk menunjukkan bahwa konsep keteraturan alam semesta yang dijelaskan dalam sains telah disebutkan dalam Islam. Studi literatur dan tafsir ilmiah digunakan dengan mengkaji sumber utama, yaitu Al-Qur'an, tafsirnya, serta jurnal dan buku astronomi. Analisis dilakukan melalui identifikasi ayat terkait, kajian literatur ilmiah, dan komparasi teori dengan tafsir, dengan validitas data dijamin melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip keteraturan dalam Hukum Kepler selaras dengan konsep keteraturan alam dalam Al-Qur'an, sebagaimana tercermin dalam QS. Yasin: 38 dan QS. Ar-Rahman: 5, yang menegaskan bahwa matahari dan bulan beredar sesuai ketetapan Allah. Integrasi sains dan Islam dalam pendidikan memperkuat keimanan, menanamkan nilai tauhid, serta mendorong eksplorasi ilmiah dengan perspektif spiritual. Sejarah peradaban Islam juga menunjukkan bahwa ilmu dan agama saling melengkapi, sebagaimana dicontohkan oleh para ilmuwan Muslim dalam mengembangkan sains berbasis nilai-nilai Islam. Keterbaruan penelitian ini terletak pada analisis interdisipliner yang menghubungkan Hukum Kepler dengan ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga memperkuat integrasi sains dan agama dalam kajian astronomi Islam.
Analisis Hubungan Sudut Hamburan terhadap Pergeseran Panjang Gelombang pada Efek Compton Menggunakan Simulasi GeoGebra Lourensia Bravini Lahera; Agnes Viola Manik; Novita Zuraida; Nazhira Mizilfa; Samuel Baringbing; Michelle Belinda; Ade Ayu Lestari; Indah Vanesa Br. Ginting; Putri Najwa Nasution; Fitria Fadila Harisi; Septya Wulandari; Novia Novia
Kappa Journal Vol 9 No 3 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i3.32473

Abstract

The Compton effect is an important phenomenon in modern physics that demonstrates the quantum nature of light through the wavelength shift due to the scattering of photons by electrons. However, this concept is often difficult for students to understand because it is abstract and involves complex mathematical equations. This study aims to analyze the relationship between the photon scattering angle and the wavelength shift (Δλ) in the Compton effect using GeoGebra simulation as an interactive visualization medium. This study uses a qualitative descriptive method with GeoGebra as the main simulation instrument. Simulations are carried out based on the Compton equation by varying the photon scattering angle by 30°, 60°, and 120°, while the initial photon energy is set at 2.81 MeV. Data in the form of initial wavelength, scattered wavelength, and wavelength shift are analyzed qualitatively to interpret the physical relationship between variables. The simulation results show that the wavelength shift increases with increasing photon scattering angle, in accordance with the predictions of the Compton effect theory and the law of conservation of energy and momentum. In addition to strengthening conceptual understanding of the Compton effect, this study shows that GeoGebra is effective as a visual learning medium to help students understand quantum phenomena in a more concrete and communicative way.