Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGALAMAN MAHASISWA PPL DALAM PELAKSANAAN PEMBIASAAN POSITIF DI SDN KERTA BARAT Alyatus; W A Rahmatizzakiyah W A Rahmatizzakiyah; Imam Syafi i M H; Ana Lailak Royyanah; Siti Qamariyah; Lailatul Fitriyah; Wahyu Karyo Utomo
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.9452

Abstract

This study aims to describe the experiences of PPL (Teaching Practicum) students in implementing positive habituation activities at SDN Kerta Barat over a two-month period, from January 7 to March 7, 2026. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation and semi-structured interviews involving PPL students who were directly engaged in the implementation of positive habituation activities at the school. Data were analyzed using the interactive analysis model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, and the trustworthiness of the data was ensured through technique triangulation. The findings indicate that SDN Kerta Barat consistently and systematically implemented six forms of positive habituation: welcoming students at the school gate, morning exercise, recitation of short Qur’anic chapters or Juz Amma, Friday activities consisting of Dhuha prayer, Yasin recitation, and communal meals, reading literacy activities using storybooks, as well as Friday and Ramadan charity or infaq programs. These six habituation practices were proven to provide comprehensive benefits for students’ character development, encompassing religious, disciplinary, social, emotional, and intellectual aspects. Through direct involvement and assistance in each habituation activity, PPL students gained valuable experiences that strengthened their understanding of character education based on school culture. This experience confirms that students’ character development cannot be achieved solely through classroom instruction, but must be fostered through consistent, holistic habituation practices involving all members of the school community. The results of this study are expected to serve as a reference for other elementary schools in designing and implementing effective and sustainable positive habituation programs.
Representasi Nilai Moral dalam Film Animasi Si Kancil dan Buaya Framz Hardiansyah; Lailatul Fitriyah; Imroatul Kamila; Khaila Etha Damayanti; M. Humam Maulana
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3726

Abstract

Dalam menginternalisasikan dan meningkatkan nilai-nilai moral pada anak sejak dini ada banyak strategi yang bisa dilakukan salah satunya adalah mengarahkan anak pada tontonan film animas yang didalamnya mengandung pesan moral dan agama. Film animasi merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menginternalisasikan dan meningkatkan nilai- nilai moral atau nilai kebaikan. Dalam film animasi ini anak-anak bisa melihat lanngsung tokoh dan peran yang dilakukan oleh tokoh pada film animasi tersebut. Film animasi yang didalamnya mengandung nilai moral dan kebaikan sehingga bisa dijadikan tontonan pada anak-anak terutama anak usia dini adalah film animasi sikancil dan buaya. Film animasi sikancil dan buaya ini menggunakan cara bercerita yang mudah diperhatikan sehingga membuat anak cepat paham mengenai cerita yang ada pada film animasi tersebut, Karena dalam film sikancil dan buaya ini diceritakan dengan kata yang sederhana dan menarik sehingga bisa membuat anak lebih cepat memahami dari cerita yang ada pada film animasi sikancil dan buaya. Film animasi ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran dalam membentuk kepribadian dan membimbing kecerdasan emosional anak.