Panir Selwen
Sekolah Tinggi Agama Buddha Bodhi Dharma

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Ritual Mahapuja Sebagai Adaptasi Budaya Dalam Komunitas Buddhis Tamil Sumatera Utara Winja Kumari; Ida Bagus Gede Yudha Triguna; Putu Sarjana; Panir Selwen
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 10 No 2 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/jpah.v10i2.5243

Abstract

This study examines cultural interrelation in transforming Buddhist teachings within Mahapuja practice at Tamil Buddhist temples in North Sumatra as an existential response by the diaspora community to maintain identity amidst a multicultural society. It analyzes dynamics of cultural linkage, mechanisms of doctrinal transformation through ritual, and implications for community spirituality and identity. Using a qualitative phenomenological-ethnographic approach (2023-2025), the study involved eight Tamil temples in Medan through interviews with 31 key informants, participatory observation, and document analysis. Findings reveal that the interrelation between Buddhist teachings and Tamil culture in Mahapuja is not passive acculturation, but active syncretism as an existential strategy. Transformation occurs through four mechanisms: Tamil language integration as pedagogical medium, multisensory ritual as holistic education, hermeneutical reinterpretation of Hindu-Tamil elements, and digital innovation. Mahapuja functions dually as a medium for spiritual transformation connecting existential awareness (Das Sein) with moral commitment (Das Sollen), and as an identity preservation strategy through negotiated authenticity. Panditas play a central role as hermeneutic agents bridging generations to make abstract concepts existentially accessible. This study concludes that Mahapuja represents living vernacular Buddhism, where sustainability of Buddhist teachings is strengthened through creative dialogue between universal doctrine and Tamil cultural roots. Ritual authenticity is not measured by textual conformity to original tradition, but by its capacity to remain meaningful in the community's spiritual life. The dual Buddhist-Tamil identity forms harmoniously without internal conflict. Theoretical findings enrich concepts of negotiated authenticity and vernacular Buddhism in lived religion studies, while practical findings offer an inclusive religious education model for minority religious communities maintaining tradition sustainability amidst global modernity.
PROGRAM GERAKAN LITERASI DAN KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH TERHADAP MINAT MEMBACA Liana Liana; Panir Selwen; Mina Wongso/Ong Cin Siu
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i1.130

Abstract

Penelitian ini didorong oleh rendahnya keterlibatan dalam membaca di kalangan siswa, yang menunjukkan ketidakpedulian yang nyata terhadap program literasi yang ditawarkan di lembaga pendidikan. Sejumlah besar siswa mengungkapkan kebosanan ketika diminta membaca oleh guru mereka, menunjukkan preferensi untuk bermain game daripada literatur. Situasi ini memerlukan perhatian mendesak terhadap kemanjuran inisiatif literasi sekolah dan kualitas layanan perpustakaan dalam memelihara minat membaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak program gerakan literasi dan kualitas layanan perpustakaan terhadap minat baca siswa. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sampel terdiri dari 72 siswa sekolah menengah dari kelas X, yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup, diikuti oleh analisis melalui uji asumsi klasik, regresi linier sederhana dan berganda, serta penilaian validitas dan reliabilitas instrumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: (1) program gerakan literasi secara positif dan signifikan memengaruhi minat baca siswa (t = 5,539; p = 0,000); (2) kualitas layanan perpustakaan juga memiliki dampak positif dan signifikan terhadap minat baca (t = 2,782; p = 0,007); dan (3) jika dipertimbangkan secara bersama-sama, kedua variabel tersebut secara signifikan memengaruhi minat baca siswa (F = 63,454; p = 0,000). Koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R²) sebesar 0,638 menunjukkan bahwa 63,8% variasi minat baca dapat dikaitkan dengan kedua variabel tersebut, sementara 36,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan program literasi dan peningkatan kualitas layanan perpustakaan untuk menumbuhkan budaya membaca yang kuat di kalangan siswa.