Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, dan menganalisis keefektifan media pembelajaran interaktif peta magnetik berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis peserta didik pada pembelajaran IPAS materi keanekaragaman hayati. Media peta magnetik terdiri atas peta dasar dan komponen magnetik yang dapat dipindahkan secara fleksibel sehingga memungkinkan peserta didik berinteraksi langsung dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri Gabus 01, Pati, Jawa Tengah. Kelayakan media dinilai melalui validasi ahli materi dan ahli media, sedangkan efektivitas media dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Kemampuan bernalar kritis yang diukur meliputi kemampuan mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, dan menarik kesimpulan secara logis. Hasil validasi menunjukkan bahwa media peta magnetik berbasis PBL berada pada kategori sangat layak dengan persentase kelayakan ahli materi sebesar 88,33% dan ahli media sebesar 95,31%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest (p < 0,05). Selain itu, uji N-Gain menunjukkan peningkatan kemampuan bernalar kritis pada kategori sedang pada skala kecil dan kategori tinggi pada skala besar. Dengan demikian, media peta magnetik berbasis PBL efektif meningkatkan kemampuan bernalar kritis peserta didik pada pembelajaran IPAS.