ABSTRAK Masalah keterbatasan lahan untuk bercocok tanam menjadi masalah penting yang harus diselesaikan dalam lingkungan perkotaan. Kondisi ini mendorong perlu ditemukan inovasi baru dalam bercocok tanam untuk mencapai kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan pengobatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan inovasi baru untuk bercocok tanam di perkotaan (urban farming) melalui penerapan sistem smart aeroponik berbasis telegram. Metode yang digunakan meliputi kegiatan pembuatan alat aeroponik berbasis telegram, sosialisasi, dan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masih banyak peserta kegiatan yang belum mengetahui makna aeroponik. Dari kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta kegiatan menjadi 100% terhadap pemahaman tentang aeroponik. Peserta kegiatan juga memberikan respon sangat baik akan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini (64,7%) dan selebihnya merespon baik.Kata kunci: Urban Farming; Pertanian; Hidroponik. ABSTRACTThe problem of limited land for farming is a crucial issue that must be addressed in urban environments. This situation necessitates the discovery of new innovations in farming to achieve independence in meeting food and medical needs. The purpose of this community service activity is to provide new innovations for urban farming through the implementation of a telegram-based smart aeroponic system. The methods used include the creation of a telegram-based aeroponic tool, outreach, and demonstrations. The results of the activity indicate that many participants still do not understand the meaning of aeroponics. This activity can increase the understanding of the participants to 100% of the understanding of aeroponics. The participants also gave a very positive response to the implementation of this community service activity (64.7%), with the rest responding positively.Keywords: Urban Farming; Agriculture; Hydroponics.