ABSTRAK PKM tanggap darurat bencana ini di Desa Mesjid Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana banjir melalui pengadaan mesin genset portabel bagi pemenuhan kebutuhan listrik serta tidak hanya diposisikan sebagai bantuan alat semata, melainkan sebagai bagian dari sistem penanganan bencana berbasis desa, yang menopang berbagai layanan dasar selama masa tanggap darurat. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu (02-16 maret 2026) dengan melibatkan 20 peserta dari pemerintah desa, MDSK, LKMK, perwakilan perempuan dan kelompok difabel. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan demonstrasi langsung meliputi koordinasi, sosialisasi, pengenalan mesin genset portabel, tatacara mengoperasikan mesin genset portabel, serah terima produk serta monitoring dan evaluasi melalui selebaran angket yang diisi oleh seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 13 peserta (65%) berada pada kategori sangat memahami materi pengertian dan fungsi genset sebagai sumber listrik alternatif, sebanyak 9 peserta (45%) memahami tentang manfaat genset dalam kondisi darurat (banjir/pemadaman listrik), 11 peserta (55%) mengetahui jenis-jenis genset portabel dan bahan bakar yang digunakan, sebanyak 17 peserta (85%) memahami tahapan persiapan sebelum penggunaan (pengecekan bahan bakar dan oli) serta sebanyak 18 peserta (90%) mengetahui materi cara menghubungkan genset dengan peralatan listrik. Dengan demikian, pengadaan mesin genset portabel menjadi salah satu solusi praktis pemenuhan listrik bagi masyarakat terdampak bencana banjir. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bantuan peralatan mesin genset portabel dapat dirasakan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Genset Portabel; Masyarakat; Banjir; Kesiapsiagaan; Aceh Tamiang. ABSTRACTThis disaster emergency response community service program (PKM) at mesjid village , manyak payed subdistrict, Aceh Tamiang regency, aims to help meet the basic needs of residents affected by flooding through the provision of portable generator sets to supply electricity. The generators are not merely positioned as equipment assistance, but as part of a village-based disaster management system that supports various essential services during the emergency response period. The activity was carried out over two weeks (March 2–16, 2026), involving 20 participants from the village government, MDSK, LKMK, women’s representatives, and persons with disabilities groups. The implementation method was participatory and based on direct demonstrations, including coordination, socialization, introduction to portable generators, procedures for operating the generators, handover of the equipment, as well as monitoring and evaluation through questionnaires completed by all participants. The evaluation results showed that 13 participants (65%) were in the category of highly understanding the concept and function of generators as an alternative power source, 9 participants (45%) understood the benefits of generators in emergency situations (floods/power outages), 11 participants (55%) recognized the types of portable generators and their fuel, 17 participants (85%) understood the preparation stages before use (checking fuel and oil), and 18 participants (90%) understood how to connect generators to electrical devices.Keywords: Portable Generator; Community;Flood; Preparedness; Aceh Tamiang.