Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW: EFEKTIFITAS TANAMAN HERBAL PADA AKTIVITAS ANTIBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Adinda Puspitasari; Sasmita Sasmita; Siti Alo Pasaribu
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 4 (2025): Vol. 1 No. 4 Desember 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i4.57

Abstract

Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong upaya pengembangan alternatif obat antibakteri, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alami, tujuan penelitian mengetahui efektivitas tanaman herbal terhadap antibakteri Staphylococcus aureus, metode Systematic Literature Review (SLR), pengumpulan literatur nasional maupun internasional refrensi berupa artikel, dan buku laporan ilmiah menggunakan Google scholar dan ScienceDirec dengan kata kunci “tanaman herbal; Staphylococcus aureus; aktivitas antibakteri”. Analisis data secara deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan Kesimpulan tanaman herbal yang memiliki senyawa aktif yang dominan seperti fenolik, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan steroid berpotensi memberikan efek aktivitas antibakteri yang baik, terdapat beberapa tanaman herbal yang efektif aktivitas antibakteri yaitu daun cengkeh, daun papaya, bunga telang, daun sirih, kulit jeruk nipis, bundung, tanaman cina, daun saga,daun sungkai.
UJI STABILITAS EKSTRAK TERPILIH RAMUAN JAMU SAINTIFIK PENURUN KADAR GULA DARAH Sasmita Sasmita; Adinda Puspitasari; Hafni Nur Insan
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 4 (2025): Vol. 1 No. 4 Desember 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i4.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas ekstrak terpilih ramuan jamu saintifik penurun kadar gula darah melalui uji degradasi paksa. Sampel diekstraksi menggunakan beberapa metode, yaitu infusa, dekokta, seduhan, hidrotrop, dan maserasi, kemudian dilakukan pengujian stabilitas terhadap berbagai kondisi stres. Uji degradasi meliputi kondisi asam menggunakan HCl 0,1 N, kondisi basa dengan NaOH 0,1 N, kondisi oksidatif menggunakan H₂O₂ 3%, kondisi termal pada suhu 60 °C, serta uji fotostabilitas. Parameter yang diamati adalah perubahan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV–Vis pada hari ke-1, ke-3, dan ke-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh metode ekstraksi mengalami penurunan kadar flavonoid total seiring waktu penyimpanan pada semua kondisi perlakuan. Degradasi paling signifikan terjadi pada perlakuan suhu tinggi dan paparan cahaya, sedangkan kondisi asam, basa, dan oksidatif juga menyebabkan penurunan kadar yang bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam ekstrak bersifat labil terhadap panas, cahaya, serta kondisi lingkungan ekstrem. Kesimpulannya, ekstrak terpilih ramuan jamu saintifik memiliki potensi sebagai bahan antidiabetik herbal, namun memerlukan pengendalian kondisi penyimpanan yang tepat untuk menjaga stabilitas senyawa aktifnya.