Paulus Eppang
Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendeta Sebagai Pemimpin di Era Revolusi Industri 4.0: Perspektif Transformatif dan Adaptif Kepemimpinan Kristen Paulus Eppang
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 3 No 1 (2022): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.3 No.1 (April 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v3i1.110

Abstract

The main focus of this research is to explain how pastoral leadership is in the era of the industrial revolution 4.0. This needs to be investigated, considering the problem is that some church leaders or pastors are not ready to face changes in technological advances in the 4.0 era and abuse the use of technology itself. The research method used is in the form of library research by searching, collecting, and processing data and information from literary sources, leadership books, and journals as well as those related to the industrial revolution 4.0, reanalyzing and the results are arranged in a descriptive and systematic form. The purpose of this study is to provide input for ideas or ideas for pastors so that they can wisely and carefully respond to technological advances in developing their leadership in the era of the industrial revolution 4.0. In conclusion, pastoral leadership in the industrial revolution era is leadership based on Christ's character, transformational, and adaptive. Fokus utama penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana kepemimpinan pendeta di era revolusi industri 4.0. Hal ini perlu diteliti, mengingat masalahnya sebagian para pemimpin gereja atau pendeta tidak siap menghadapi perubahan kemajuan teknologi di era 4.0 dan menyalahgunakan penggunaan teknologi itu sendiri. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu berupa penelitian kepustakaan dengan mencari, mengumpulkan dan mengolah data dan informasi dari sumber literatur buku-buku kepemimpinan dan jurnal serta yang berkaitan dengan revolusi industri 4.0, menganalisa kembali serta hasilnya disusun dalam bentuk deskriptif dan sistematis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan masukan ide atau gagasan bagi para pendeta, sehingga dengan bijaksana dan penuh kehati-hatian dapat meresponi kemajuan teknologi di dalam pengembangan kepemimpinannya di era revolusi industri 4.0. Sebagai kesimpulannya, kepemimpinan pendeta di era revolusi industri adalah kepemimpinan yang berbasis karakter Kristus, transformasional, dan adaptif.
Mengintegrasikan Bisnis dan Pelayanan: Pandangan Alkitabiah tentang Hamba Tuhan yang Mengabdi di Dunia: Integrating Business and Ministry: A Biblical Perspective on God’s Servants Serving in the World Paulus Eppang; Zakharia Suparyadi; Hariyanto Hariyanto
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 5 No 2 (2024): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.5 No.2 (October 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v5i2.276

Abstract

The concept of a servant of God doing business and serving is an important intersection of faith and entrepreneurship. A servant of God should be able to effectively integrate spiritual beliefs into business practices to advance the Kingdom of God, using various scientific perspectives. The purpose of this paper is: to provide an understanding of the concept of a servant of God doing business and serving simultaneously according to the biblical perspective as well as its implementation. This research uses library research, which makes literature data as a theory to be studied and examined in obtaining hypotheses or conceptions to obtain objective results and then arranged systematically and structured. This research explains, first: there is no difference between “secular or spiritual” work in the view of God and the Bible. Second: a servant of God who serves and works must be able to be salt and light and influence positively so as to change the situation. Third: the life of a servant of God who serves needs to always keep his heart and spirit burning in serving God even though he also has to work outside the church to reach the world for God's kingdom. Konsep hamba Tuhan berbisnis dan melayani merupakan hal yang penting antara iman dan kewirausahaan. Seorang hamba Tuhan harus dapat secara efektif mengintegrasikan keyakinan spiritual ke dalam praktik bisnis untuk memajukan Kerajaan Allah, dengan menggunakan berbagai perspektif ilmiah. Tujuan penulisan ini adalah: untuk memberikan pemahaman tentang konsep hamba Tuhan yang melakukan bisnis dan melayani secara bersamaan menurut sudut pandang Alkitab serta implementasinya. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu menjadikan data-data kepustakaan sebagai teori untuk dikaji dan ditelaah dalam memperoleh hipotesa atau konsepsi untuk mendapatkan hasil yang objektif kemudian disusun secara sistematis dan terstruktur. Penelitian ini menjelaskan, pertama: tidak ada perbedaan antara pekerjaan “sekuler atau rohani” dalam pandangan Allah maupun Alkitab. Kedua: seorang hamba Tuhan yang melayani dan bekerja harus mampu menjadi garam dan terang serta mempengaruhi secara positif sehingga mengubah keadaan. Ketiga: kehidupan hamba Tuhan yang melayani perlu untuk senantiasa menjaga hati dan rohnya untuk terus menyala-nyala dalam melayani Tuhan meski juga harus bekerja di luar gereja untuk menjangkau dunia bagi kerajaan Allah.