Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial dan proses pendidikan di era modern. Sekolah, sebagai lembaga sosial dan pendidikan formal, memiliki peran strategis dalam membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan dinamika masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi sekolah sebagai ruang adaptasi sosial bagi generasi digital serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang mampu menyeimbangkan kemampuan sosial dan literasi digital siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan jurnal-jurnal ilmiah, artikel akademik, buku teks, dan dokumen kebijakan pendidikan yang diterbitkan antara tahun 2010-2023 dari basis data bereputasi seperti Google Scholar, ERIC, dan JSTOR. Analisis data dilakukan melalui content analysis yang melibatkan identifikasi, kategorisasi, dan sintesis tematik terhadap konsep-konsep kunci terkait adaptasi sosial di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah berperan sebagai media transisi sosial bagi peserta didik dari interaksi tradisional menuju interaksi digital yang lebih kompleks. Contoh konkret integrasi meliputi penerapan program kewargaan digital (digital citizenship), proyek pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi, dan pendidikan karakter yang diintegrasikan dengan etika digital. Proses adaptasi sosial di sekolah mencakup penguatan karakter, etika digital, kolaborasi virtual, serta pembelajaran berbasis teknologi yang berorientasi pada pengembangan empati dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan kehidupan di era digital. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dan keterampilan digital dalam kurikulum sekolah untuk membentuk generasi yang cerdas, beretika, dan adaptif terhadap perubahan teknologi.