Miftahul Husna Zain
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEKOLAH SEBAGAI RUANG ADAPTASI SOSIAL BAGI GENERASI DIGITAL Yarhami Fadillah; Miftahul Husna Zain; Muhiddinur Kamal
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.590

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial dan proses pendidikan di era modern. Sekolah, sebagai lembaga sosial dan pendidikan formal, memiliki peran strategis dalam membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan dinamika masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi sekolah sebagai ruang adaptasi sosial bagi generasi digital serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang mampu menyeimbangkan kemampuan sosial dan literasi digital siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan jurnal-jurnal ilmiah, artikel akademik, buku teks, dan dokumen kebijakan pendidikan yang diterbitkan antara tahun 2010-2023 dari basis data bereputasi seperti Google Scholar, ERIC, dan JSTOR. Analisis data dilakukan melalui content analysis yang melibatkan identifikasi, kategorisasi, dan sintesis tematik terhadap konsep-konsep kunci terkait adaptasi sosial di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah berperan sebagai media transisi sosial bagi peserta didik dari interaksi tradisional menuju interaksi digital yang lebih kompleks. Contoh konkret integrasi meliputi penerapan program kewargaan digital (digital citizenship), proyek pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi, dan pendidikan karakter yang diintegrasikan dengan etika digital. Proses adaptasi sosial di sekolah mencakup penguatan karakter, etika digital, kolaborasi virtual, serta pembelajaran berbasis teknologi yang berorientasi pada pengembangan empati dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan kehidupan di era digital. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dan keterampilan digital dalam kurikulum sekolah untuk membentuk generasi yang cerdas, beretika, dan adaptif terhadap perubahan teknologi.
MODEL ASESMEN INKLUSIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL MINANGKABAU DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN PAI Miftahul Husna Zain; Zulfani Sesmiarni
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model asesmen inklusif berbasis kearifan lokal Minangkabau dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah Bukittinggi. Penelitian ini menjawab kesenjangan antara pendekatan asesmen standar dengan kebutuhan evaluasi yang responsif budaya dan mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa. Menggunakan pendekatan research and development dengan tahapan analisis kebutuhan melalui studi pendahuluan, desain model berdasarkan kajian literatur dan nilai kearifan lokal, validasi ahli melibatkan pakar pendidikan Islam dan budaya Minangkabau, serta uji coba terbatas di 12 madrasah, penelitian ini mengintegrasikan nilai filosofis Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam kerangka asesmen inklusif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala madrasah, focus group discussion dengan praktisi pendidikan, observasi kelas terstruktur, dan analisis dokumen kurikulum serta instrumen asesmen yang melibatkan 45 guru PAI di 12 madrasah di Bukittinggi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan implementasi asesmen inklusif, analisis konten untuk mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang relevan, dan triangulasi data untuk memastikan validitas temuan. Temuan menunjukkan bahwa integrasi nilai Minangkabau seperti musyawarah, kato nan ampek, dan jo mufakat secara signifikan meningkatkan inklusivitas dan relevansi budaya asesmen. Model yang dikembangkan terbukti efektif mengakomodasi siswa dengan kebutuhan belajar beragam sambil mempertahankan koneksi autentik dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur asesmen pendidikan dengan menyediakan bukti empiris tentang praktik asesmen inklusif berbasis budaya dalam setting pendidikan Islam.