Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dapat menghambat pemahaman konsep peserta didik. Meskipun Certainty of Response Index (CRI) telah banyak digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada berbagai topik IPA, kajian yang secara khusus mengkaji miskonsepsi pada materi pengukuran di tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) masih terbatas dan belum memberikan pemetaan berdasarkan indikator pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat dan pola miskonsepsi peserta didik pada materi pengukuran berdasarkan indikator pemahaman konsep menggunakan Certainty of Response Index (CRI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek seluruh peserta didik kelas VII MTs Syekh Lokiya Towale. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik berbasis CRI sebanyak 12 butir soal pilihan ganda beralasan yang dikembangkan berdasarkan enam indikator pemahaman konsep serta dilengkapi dengan wawancara terbatas terhadap dua peserta didik untuk memperkuat interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi tertinggi terdapat pada indikator mengklasifikasikan objek sesuai konsep (30,8%), diikuti memberikan contoh dan noncontoh (26,9%) serta menyatakan ulang konsep (15,4%). Sebagian besar peserta didik juga berada pada kategori tidak tahu konsep pada indikator prosedur dan pemecahan masalah. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan CRI sebagai instrumen diagnostik untuk mendukung perancangan pembelajaran yang lebih tepat sasaran dalam memperkuat pemahaman konsep IPA.