Sariwahyuni Sariwahyuni
Program Studi Teknik Kimia Mineral, Politeknik ATI Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SEMANGKA DAN RAMBUTAN SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA Syardah Ugra Al Adawiyah; Sariwahyuni Sariwahyuni; Idi Amin; Fitri Junianti; Ratnasari Ratnasari
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1223

Abstract

Korosi pada logam dapat menimbulkan kerusakan serius pada infrastruktur maupun mesin industri, sehingga berdampak pada kerugian ekonomi. Salah satu upaya yang banyak digunakan untuk menekan laju korosi adalah pemakaian inhibitor. Inhibitor anorganik memang efektif, namun berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif ramah lingkungan berupa inhibitor organik, misalnya yang berasal dari limbah kulit semangka dan kulit rambutan. Kedua bahan ini memiliki kandungan antioksidan yang mampu menghambat proses korosi sehingga berpotensi besar digunakan sebagai inhibitor alami. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit semangka dan kulit rambutan sebagai inhibitor korosi serta menganalisis pengaruh variasi komposisi ekstraknya terhadap laju korosi baja. Variasi Komposisi yang digunakan adalah  (100% kulit semngka), (25%:75%), (50%:50%), (75%:25%), (100%: kulit rambutan). Metode gravimetri digunakan  untuk proses ekstraksi maupun pengukuran laju korosi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit semangka dan kulit rambutan mampu menghambat korosi dengan baik. Komposisi 75% kulit rambutan dan 25% kulit semangka (sampel D) memberikan hasil paling optimal, dengan efisiensi inhibisi sebesar 81,84% dan laju korosi terendah sebesar 0,1595 mmpy.
PIROLISIS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIOCHAR Melani Ganing; Sariwahyuni Sariwahyuni; Amelia Ayu Kartika; Andi Asdiana Irma Sari Yusuf; Idi Amin; Masnawati Masnawati
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1228

Abstract

Salah satu produk sampingan yang belum dimanfaatkan dari proses ekstraksi minyak sawit adalah tandan buah kelapa sawit kosong (TKKS). Pirolisis merupakan salah satu teknik konversi termokimia yang dapat digunakan untuk memanfaatkan limbah TKKS sehingga dapat menghasilkan biochar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengolah TKKS menjadi produk yang bernilai melalui proses pirolisis sederhana serta membandingkan karakteristik biochar dari TKKS kering dan segar. Parameter yang diuji meliputi pH, kadar air, kadar abu, dan nilai N, P, K. Diharapkan bahwa penelitian ini akan membantu dalam pengembangan sumber energi terbarukan dan memberikan solusi untuk pengolahan limbah kelapa sawit yang efisien. Selain perbedaan antara sampel TKKS segar dan kering, suhu pirolisis yang digunakan adalah antara 300 - 400°C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKKS dapat di pirolisis untuk menghasilkan biochar yang dapat dimanfaatkan. Dibandingkan dengan TKKS kering (31,29%), TKKS segar menghasilkan biochar lebih sedikit (14,43%). Dibandingkan dengan TKKS segar, biochar yang terbuat dari TKKS kering mengandung lebih banyak N (0,78%), P (0,09%), dan K (0,72%). Hal ini menunjukkan bahwa TKKS memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produk terbarukan dan energi alternatif.