Rismawati Rismawati
Universitas PGRI Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Perencanaan Berbasis Data dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Rismawati Rismawati; Riyadlotus Sa'diyyah; Rokhaniah; Wahyu Budi Utami; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4473

Abstract

Data-Driven Planning (DDP) is a crucial strategy for improving the quality of education through the use of objective and accurate information. This article aims to comprehensively review various national and international journals highlighting the implementation of DDP in elementary and secondary schools. Using a literature review approach, this article analyzes the basic concepts of DDP, the roles of principals and teachers, the benefits, steps, and obstacles encountered in implementing DDP. The synthesis results indicate that DDP helps schools identify learning problems, improve resource efficiency, strengthen accountability, and build a culture of data-driven reflection. Obstacles include low data literacy, limited infrastructure, and resistance to change. This article suggests the need for ongoing data literacy training, information system strengthening, and cross-stakeholder collaboration. Abstrak Perencanaan Berbasis Data (PBD) menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan informasi yang objektif dan akurat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai jurnal nasional dan internasional yang menyoroti implementasi PBD di sekolah dasar hingga menengah. Dengan menggunakan pendekatan literatur review, artikel ini menganalisis konsep dasar PBD, peran kepala sekolah dan guru, manfaat, langkah-langkah, serta kendala yang dihadapi melaksanakan PBD. Hasil sintesis menunjukkan bahwa PBD membantu sekolah mengidentifikasi masalah pembelajaran, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperkuat akuntabilitas, dan membangun budaya refleksi berbasis data. Kendala yang dihadapi antara lain literasi data yang rendah, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan. Artikel ini menyarankan perlunya pelatihan literasi data berkelanjutan, penguatan sistem informasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Implementasi Kepemimpinan Transformasional di Sekolah Penggerak dan Sekolah Non Penggerak di Kabupaten Semarang Rismawati Rismawati; Indri Wardani; Wahyu Budi Utami; Rokhaniah; Nurkolis
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4471

Abstract

Abstract The purpose of this study was to examine how transformational leadership is implemented in primary and secondary schools in Semarang Regency. This study used mixed methods, combining quantitative and qualitative approaches. The study involved 71 questionnaire respondents and 20 interview informants, consisting of principals and teachers from primary and secondary schools. Data collection techniques included observation, interviews, and thematic analysis of questionnaire responses. The analysis showed that principals in primary and secondary schools were superior in three of the four dimensions of transformational leadership: inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. This indicates that principals in primary and secondary schools were more successful in building team spirit, encouraging innovation, and providing individual attention to teachers. However, in the idealized influence dimension, the differences were very small, indicating that the integrity and exemplary behavior of principals were almost equal in both types of schools.. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan transformasional diterapkan pada sekolah penggerak  dan sekolah non penggerak tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), yaitu penggabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan 71 responden kuesioner dan 20 informan  sebagai sumber wawancara  yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari sekolah penggerak dan sekolah non penggerak . Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara, serta analisis tematik tanggapan kuesioner. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah di sekolah penggerak lebih unggul dalam tiga dari empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Hal ini mengindikasikan bahwa kepala sekolah di sekolah penggerak lebih berhasil dalam membangun semangat tim, mendorong inovasi, dan memberikan perhatian individual kepada guru. Sedangkan pada dimensi idealized influence, perbedaannya sangat kecil, menunjukkan bahwa integritas dan keteladanan kepala sekolah hampir setara di kedua jenis sekolah.