Ni Putu Candra Prastya Dewi
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor determinan minat belajar IPAS di sekolah dasar: tinjauan sistematis dengan fokus pada kearifan lokal dan tri hita karana Komang Trisyani Dewi; Ni Nyoman Kurnia Wati; Ni Putu Candra Prastya Dewi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1201000

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang secara konsisten dikaitkan dengan minat belajar siswa sekolah dasar pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA 2020. Melalui analisis tematik terhadap 63 artikel jurnal internasional terbitan 2016–2025 dari database Scopus, Web of Science, dan ERIC, penelitian mengungkap empat faktor determinan utama. Temuan ini didukung oleh data kuantitatif yang menunjukkan bahwa 47 dari 63 studi (74,6%) mendukung faktor relevansi budaya, 39 studi (61,9%) mendukung kualitas media, 28 studi (44,4%) menekankan peran guru, dan 22 studi (34,9%) mengonfirmasi karakteristik siswa (self-efficacy). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal, khususnya filosofi Tri Hita Karana dalam konteks Bali, berfungsi sebagai kerangka makna budaya yang memperkaya relevansi pembelajaran dan membangun keterkaitan emosional siswa dengan materi. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan media pembelajaran IPAS yang secara intensional merekayasa pengalaman belajar bermakna melalui kontekstualisasi budaya lokal. Implikasi praktisnya adalah panduan desain media yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun keterkaitan emosional siswa dengan materi melalui representasi nilai-nilai lokal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Meningkatkan literasi kewargaan melalui komik digital berbasis kearifan lokal: sebuah tinjauan sistematis terhadap efektivitas, mekanisme, dan tantangan implementasi di sekolah dasar Luh Suartini; Ni Putu Candra Prastya Dewi; I Ketut Suparya
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202300

Abstract

Literasi kewargaan merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan sejak jenjang pendidikan dasar melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila, namun sering terkendala oleh minimnya media pembelajaran inovatif yang kontekstual dengan pengalaman siswa. Penelitian systematic literature review (SLR) ini bertujuan menganalisis efektivitas media komik digital bermuatan kearifan lokal dalam meningkatkan literasi kewargaan siswa sekolah dasar. Tinjauan sistematis dilakukan terhadap 25 artikel dari enam basis data (Google Scholar, ERIC, Scopus, ScienceDirect, Portal Garuda, DOAJ) yang memenuhi kriteria inklusi periode 2015–2025. Studi yang direview mencakup variasi desain penelitian kuasi-eksperimen dan Research & Development (R&D) dengan heterogenitas sampel dan instrumen yang tinggi. Akibat heterogenitas tersebut, analisis data dilakukan secara sintesis naratif, bukan meta-analisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media komik digital secara konsisten efektif meningkatkan pemahaman konsep kewargaan (N-gain 0,49–0,61; p <0,05) dan karakter gotong royong (peningkatan 20,7–23,3%; p <0,01) melalui tiga mekanisme: visualisasi konkret nilai Pancasila, narasi kontekstual berbasis kearifan lokal (sambatan, mapalus, subak), serta aktivitas reflektif pasca-membaca. Dominasi model pengembangan ADDIE (73%) mengindikasikan kebutuhan kerangka sistematis dengan evaluasi formatif terintegrasi. Faktor pendukung utama adalah antusiasme siswa terhadap media visual-digital dan mandat Kurikulum Merdeka untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, sedangkan penghambat utama adalah keterbatasan akses perangkat digital di daerah 3T. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi kearifan lokal dalam komik digital merupakan strategi pedagogis efektif untuk menjembatani konsep abstrak Pancasila dengan pengalaman konkret siswa.