Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGABDIAN GURU MELALUI ORGANISASI LAFALAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU FARO'IDH SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MUBAROK LANBULAN Febrianto Febrianto; Muhammad Husni
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu faro'idh merupakan salah satu cabang ilmu dalam hukum Islam yang mengatur pembagian harta warisan sesuai dengan ketentuan syariat. Namun, banyak santri yang masih mengalami kesulitan dalam memahami ilmu faro'idh karena materi dan perhitungannya cukup kompleks. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri terhadap ilmu faro'idh melalui pembelajaran dan pendampingan yang dilakukan oleh guru melalui Organisasi LAFALAN (Lajnah Faro'idh Lanbulan) di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal, penyampaian materi, pendampingan pembelajaran, latihan penyelesaian kasus waris, serta evaluasi hasil belajar santri. Data kegiatan diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan melalui Organisasi LAFALAN memberikan dampak positif terhadap pemahaman santri mengenai ilmu faro'idh. Santri tidak hanya memahami konsep dasar faro'idh, tetapi juga mampu mengidentifikasi ahli waris, menentukan bagian warisan, serta menyelesaikan kasus waris sederhana sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Selain itu, keterlibatan guru dalam proses pembelajaran dan pendampingan mampu meningkatkan motivasi serta keaktifan santri dalam belajar. Dengan demikian, Organisasi LAFALAN dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendukung pembelajaran ilmu faro'idh dan mencetak santri yang memiliki kemampuan dasar dalam bidang hukum waris Islam.
INTERNALISASI NILAI MODERASI BERAGAMA BERBASIS MADRASAH CULTURE MELALUI PENDEKATAN LIVING QUR'AN DI MTS SWASTA TARBIYATUSSHIBYAN Fika Maqfiroh; Muhammad Husni
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik sosio-keagamaan dan infiltrasi paham ekstremis menuntut lembaga pendidikan Islam untuk mengukuhkan perannya sebagai agen moderasi. kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses internalisasi nilai moderasi beragama yang diintegrasikan melalui madrasah culture (budaya madrasah) dengan pendekatan Living Qur'an di MTs Swasta Tarbiyatusshibyan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i'tidal (adil), dan tasamuh (toleran) tidak sekadar diajarkan sebagai teks dogmatis, melainkan dihidupkan (living) melalui tiga tahapan kebudayaan: pemahaman reseptif-tekstual Al-Qur'an, pembiasaan ritualistik-kolektif (seperti tadarus kontekstual dan pembacaan ayat-ayat pilihan), dan manifestasi perilaku dalam ekosistem madrasah. Budaya madrasah bertindak sebagai enabling environment yang mentransformasikan teks suci menjadi kesadaran sosial siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Living Qur'an yang terstruktur dalam budaya lokal sekolah efektif membentuk imunitas ideologis siswa dari radikalisme
SISTEM PENGETAHUAN PESANTREN SEBAGAI MODEL EPISTEMOLOGI ISLAM NUSANTARA: ANALISIS LITERATUR Rasti Astuti Laisaan; Muhammad Husni
Jurnal Al-Fatih Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 2, Juli-Desember 2025
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v8i2.637

Abstract

This research aims to examine and formulate the knowledge system of Islamic boarding schools (pesantren) as a model of Nusantara Islamic epistemology relevant to the development of contemporary Islamic education. This research employs a literature review method, examining recent scholarly works on Islamic boarding schools, classical Islamic epistemology, and modern Islamic educational theory. Through a critical analysis of this literature, the research identifies that the knowledge system of Islamic boarding schools is constructed through a combination of the scholarly authority of the kiai (Islamic scholars), the sanad tradition, the study of yellow books (kitab kuning), the practice of bahtsul mas?'il (religious discourse), and the integration of three epistemological approaches: bayani (textual), burhani (rational-empirical), and irfani (spiritual-intuitive). These findings demonstrate that Islamic boarding schools function not only as centers for the transmission of classical Islamic knowledge but also as institutions capable of producing new knowledge products contextualized to the socio-religious dynamics of Indonesian society. The results confirm that Islamic boarding school epistemology makes a significant contribution to the construction of an Nusantara Islamic epistemology characterized by moderation, local wisdom, and adaptability to modernity. Theoretically, this research strengthens the position of Islamic boarding schools as epistemic sources distinct from Middle Eastern models of scholarship and modern-secular educational paradigms. Practically, this epistemological model can serve as a basis for developing a more relevant, integrative Islamic education curriculum oriented toward developing spiritual character and 21st-century competencies.