Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemiskinan Tanpa Klaster: Analisis Ketimpangan dan Pola Spasial Antar Provinsi di Indonesia Tahun 2025 Misbahuddin; Andi Rahmat Nizar Hidayat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5068

Abstract

Kemiskinan antar wilayah di Indonesia masih menunjukkan perbedaan yang signifikan sebagai akibat dari ketimpangan pembangunan regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketimpangan kemiskinan serta mengidentifikasi pola spasial distribusi kemiskinan antar provinsi di Indonesia tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif, pengukuran ketimpangan menggunakan coefficient of variation dan indeks Gini, serta analisis spasial menggunakan Moran’s I, Local Indicator of Spatial Association (LISA), dan regresi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah penduduk miskin antar provinsi sebesar 614,73 ribu jiwa dengan tingkat ketimpangan yang sangat tinggi (CV = 1,499; Gini = 0,591). Uji autokorelasi spasial global menunjukkan bahwa distribusi kemiskinan tidak memiliki hubungan spasial yang signifikan dan cenderung bersifat acak secara geografis. Analisis spasial lokal juga tidak menemukan pola klaster kemiskinan yang kuat secara nasional. Selain itu, variabel pengangguran memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan dalam model spasial. Temuan ini menunjukkan bahwa ketimpangan kemiskinan di Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor struktural wilayah dibandingkan kedekatan geografis.
Disparitas Pembangunan Ekonomi Antar Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Andi Rahmat Nizar Hidayat; Misbahuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5075

Abstract

Penelitian ini membahas disparitas pembangunan ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang dianalisis melalui indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Perbedaan kapasitas ekonomi antar wilayah sering menimbulkan ketimpangan pembangunan yang dapat memengaruhi pemerataan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan PDRB kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan pada periode 2022–2024, mengidentifikasi perbedaan tingkat pembangunan ekonomi antar wilayah, serta menggambarkan kondisi disparitas pembangunan ekonomi daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PDRB kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan selama periode 2022–2024 yang menandakan perkembangan aktivitas ekonomi daerah. Kota Makassar tercatat sebagai wilayah dengan nilai PDRB terbesar karena berperan sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pemerintahan provinsi. Sebaliknya, beberapa wilayah seperti Kepulauan Selayar, Jeneponto, dan Sinjai memiliki nilai PDRB yang relatif lebih kecil karena struktur ekonomi yang masih didominasi sektor primer. Temuan ini menunjukkan adanya disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih merata untuk mendorong keseimbangan pertumbuhan ekonomi antar daerah.